Bekerja Untuk Memenuhi Kebutuhan Diri & Keluarga
Ahmad bercita-cita menjadi pedagang. Ketika saya ceritakan kepada teman-teman, mereka banyak yang menyayangkan mengapa ia tidak bercita-cita untuk menjadi ulama? Mengapa saya tidak mengarahkannya agar mengubah cita-citanya untuk menjadi ulama? Pertama, mungkin orangtua Ahmad telah mengarahkan anaknya agar ketika besar memilih menjadi pedagang. Sehingga saya merasa tidak berhak mengarahkan untuk bercita-cita kepada yang lain selama cita-citanya bukan maksiat.
Kedua, menurut saya tidak ada pertentangan antara menjadi pedagang dan ulama karena berapa banyak ulama-ulama Islam yang usahanya sebagai pedagang sebagaimana kita dapatkan dalam buku Siyar A’laam An-Nubalaa’ yang ditulis oleh Imam Adz-Dzahabi Rahimahullah. Nasihat untuk para orang tua hendaklah mengarahkan dan menumbuhkan minat anak agar memiliki cita-cita mulia dan disesuaikan dengan kebutuhan umat serta kemampuan dan bakat anak. Ketika anak sudah besar, janganlah memaksakan keinginan kepadanya, selama masih dalam batas-batas yang telah disebutkan di atas.
Jangan Berlebihan Memuji Diri Sendiri
Sebagian dari kita selalu ingin menunjukkan kelebihannya dihadapan orang lain. Setiap berdiskusi selalu membanggakan & menonjolkan dirinya, memuji setiap prestasinya, semua pembicaraannya didominasi dengan perkataan “kami begini”, “kami telah berbuat begini”, dll. Alangkah bersyukurnya orang yang pernah jatuh, kemudian bangun dan bangkit kembali dengan kearifan dan jauh dari sikap sombong. Bukankah hidup bagai roda yang berputar..?!, kadang di bawah dan kadang di atas sobat !?. Dan bukankah di atas langit masih ada langit…, bukankah diatas orang yang berilmu pasti ada yang lebih berilmu lagi sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Dan di atas orang yang berilmu, ada orang lain yang lebih ‘alim…” [QS. ... ]
Ingatkah kita kisah nabi Musa dan Khidir ‘alaihimussalam dalam surat al-Kahfi…?!, bukankah di atas nabi Musa ‘alaihissalam yang diberi ilmu dan kelebihan Allah Ta’ala ternyata ada nabi Khidir yang lebih ‘alim.
Kecantikan Itu Perlu Tapi Bukan Segalanya
Kecantikan walaupun bukan perkara yang prinsipil, akan tetapi perlu diperhitungkan. Oleh karena itulah syariat Islam menganjurkan kepada sebab-sebab yang dapat menumbuhkan kasih sayang dengan membolehkan melihat calon istri.
Kecantikan bagi seorang wanita kalau tidak terpelihara dengan lingkungan yang beragama dan terdidik dengan pendidikan yang benar serta keturunan yang baik bisa menjadi malapetaka. Sebab, orang-orang fasiq akan berambisi untuk mendapatkan dirinya. Kehormatannyapun semakin mudah dilecehkan, sehingga bisa menyeretnya ke lembah nista dan keji, tanpa peduli bahwa hal itu bisa menyebabkan hancurnya rumah tangga dan bisa mengotori kesuciannya dengan cacat dan cela.
Ketika Musibah Menimpa…
Apabila musibah menimpa kita, maka kita harus segera mengambil sikap agar beban menjadi ringan bahkan menjadi rahmat.
Pertama, apabila ditimpa musibah hendaknya kita membaca ’innaa lillaahi wainnaa ilaihi raaji’uun’ (“Sessungguhnya kita milik Allah dan kepadaNyalah kita akan dikembalikan”). Allah Ta’ala berfirman, “yaitu orang-orang yang jika ditimpa musibah mereka mengucapkan “innaalillaahi wa-innaa ilaihi raaji’un”. Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang hamba ditimpa musibah lalu beristirjaa’ niscaya Allah Ta’ala akan memberi ganjaran pada musibahnya dan akan menggantikannya dengan yang lebih baik darinya”. (HR.Muslim)
Ucapan istirjaa’ mengandung pengertian bahwa diri kita, keluarga dan harta benda adalah milik Allah Ta’ala. Ketika kita lahir, kita tidak memiliki apa-apa. Demikian pula sampai kita meninggal nanti kita tidak akan membawa apa-apa. Semua itu akan kita tinggalkan dan kita tidak akan membawa sesuatu, kecuali amal shalih kita. Karena itu, persiapan diri adalah mutlak untuk menghadapi hari tersebut.
Rizqi Hanya Berasal dari Allah ar-Razzaq…
Semua Orang Memperoleh Rizqi
Hampir semua orang telah mengetahui bahwa rizqi itu datangnya dari Allah Ta’ala. Dialah yang memberikannya kepada makhluk, baik melalui langit maupun bumi, darat maupun laut. Bahkan para dukun serta orang – orang kafirpun meyakini hal itu, kecuali orang-orang yang sengaja mendustakannya.
Allah Azza wa Jalla telah berfirman menceritakan pengakuan orang-orang musyrik (penyembah berhala) bahwa rizqi datangnya dari Allah:
Katakanlah (hai Muhammad kepada orang-orang musyrik); “Siapakah yang memberi rizqi kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan”. Maka mereka menjawab; “Allah”. Maka katakanlah; “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” (Qs. Yunus/ 10:31).
Keistimewaan Sholat Malam
Sekedar untuk mengingatkan diri sendiri dan shobat-shobat semua, akan keutamaan sholat malam atau tahajud yang begitu besar. Yang dengannya akan diangkat derajat seseorang disisi-Nya, yang pada waktu sepertiga malamnya doa-doa sangat makbul untuk dipanjatkan, sehingga dan smoga dengan melakukannya segala permasalahan & urusan kita semua akan dimudahkan oleh Allah Ta’ala.
Karena pentingnya ibadah sholat tahajud, sehingga ibadah ini diwajibkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beliaupun menekankan kepada umatnya untuk melakukannya, minimum shalat witir sebelum tidur sebagaimana yang telah dicontohkan oleh shahabat Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu.
Membangun Tradisi Shalat Malam
Saudaraku, jika anda membuka lembaran bografi para generasi salaf yang shalih, niscaya akan merasa kagum dan kaget tentang ibadah dan sikap mereka dalam menjaga hal-hal yang sunah, terlebih lagi yang fardhu. Ada yang melakukan sholat di awal malam, ada yang di akhirnya dan ada juga yang di tengah malam. Semuanya sesuai dengan kemampuan mereka.
Semangat ini, -setelah pertolongan dari Allah Ta’ala tentunya-, adalah hal yang sangat membantu dalam melakukan kebaikan, meninggalkan kemungkaran dan selalu dalam ketaatan. Ia juga merupakan sebab bertambahnya keberkahan waktu.
Menerima Kritik & Nasehat dengan Hati Lapang
Sobat.., terkadang kita mempunyai sifat sangat kritis terhadap pendapat ataupun perbuatan orang-orang disekitar kita. Tapi, giliran kita dikritisi atau dinasehati oleh orang lain, kita merasa sebel & tidak terima.., mengacuhkan, ngerasa paling benar ataupun masuk telinga kanan keluar telinga kiri bak pepatah anjing mengonggong kafilah berlalu.
Sobat.., sebenarnya jika kita menerima kritik dengan jujur tanpa menunda, berbasa-basi dan membuka hati untuk nasehat, niscaya banyak aib dan urusan kita akan menjadi baik.
