RSS

Abu Raihan al-Birruni Tak Pernah Berhenti Belajar

Biografi Abu Raihan al-Birruni yang dikenal juga dengan panggilan al-Khawarizmi (lahir 362H – wafat 440H) diceritakan dalam kitab Mu’jamul Udab (17/181-182) karya Yaqut al-Hamawi. Meskipun beliau dikaruniai oleh Allah Ta’ala umur yang panjang (78 tahun), namun beliau sangat antusias dalam mencari ilmu dan mengarang buku.

Beliau telah membuka pintu kebekuan ilmu pengetahuan dan menguasai segala hal yang dianggap rumit oleh kebanyakan orang. Tangannya hampir-hampir tak pernah berpisah dari sebuah pena, dan bola matanya hampir-hampir tidak pernah melihat kecuali ilmu. Hatinya tidak lain hanya dipenuhi dengan fikiran. Kecuali pada saat-saat yang mendesak, beliau meninggalkannya sejenak untuk sekedar menyambung kehidupan; untuk makan atau mengambil nafas (istirahat).

Kemudian, kehidupan beliau dalam sepanjang tahunnya hanya diwarnai dengan memecahkan segala persoalan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan membuka segala pintu ilmu yang tertutup.

Bahkan pada detik-detik terakhir ketika ajal hendak menjemputnya, beliau masih ingin membahas permasalahan ilmu yang belum tuntas jawabannya. Saat detik-detik kematian beliau, ada sahabatnya yang bernama Abu Hasan al-Walwajiyi hadir menjenguknya. Beliau telah mendengar pendapat Abu Hasan tadi tentang bagian warisan nenek yang ternyata kurang tepat. Pada saat itu Abu Hasan merasa kaget dan bertanya, “Apakah dalam situasi genting semacam ini engkau masih membahas tentang pendapat saya sementara engkau hendak meninggalkan dunia ini?”. Kemudian beliau menjawab, “Apakah pantas saya meninggalkan dunia ini sementara saya tahu tentang suatu masalah dan saya tidak membenarkannya?”.

Sungguh mengesankan…, sikap beliau semacam ini banyak terjadi pada ulama-ulama besar lainnya di saat-saat ajal hendak menjemput mereka. Sebagaimana hal ini terjadi juga pada Imam Abu Yusuf rahimahullah, murid Abu Hanifah rahimahullah, semoga Allah Ta’ala merahmati mereka berdua. Ameen…

Disarikan dari “Shafahat min Shabril ‘Ulama ‘ala Syadaidil ‘Ilmu wat Tahshil“, Abdul Fattah Abu Ghuddah. Edisi Indonesia berjudul, “Bersabarlah Anda Akan Jadi Orang Besar”, oleh Abu Malikah al-Husnayaini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: