RSS

Allah Menjaganya

11 Aug

Kisah ini merupakan pengalaman nyata seorang muslimah asal Asia yang mengenakan jilbab dan tinggal di Amerika. Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2006. Suatu hari muslimah ini berjalan pulang dari bekerja dan agak kemalaman. Suasana jalan sudah sepi, dan ia harus melewati gang yang sempit untuk sampai di rumahnya.

Di ujung gang itu, dia melihat ada sesosok pria. Ia menyangka pria itu seorang warga Amerika. Tapi perasaan wanita ini agak was-was karena sekilas raut pria tersebut tampak mencurigakan, seolah ingin mengganggunya.

Dia berusaha tetap tenang dan berdzikir kepada Allah semampunya. Kemudian dia lanjutkan dengan terus membaca Ayat Kursi berulang-ulang seraya sungguh-sungguh memohon perlindungan Allah.

Ia tidak mempercepat langkahnya. Ketika ia melintas di depan pria tersebut, ia tetap berdoa sambil sekilas melirik ke arahnya. Orang itu asyik dengan rokoknya, dan seolah tidak mempedulikannya.

Keesokan harinya, wanita itu melihat berita kriminal, seorang wanita melintas di jalan yang sama dengan jalan yang ia lintasi semalam dan wanita tersebut mengaku telah direnggut kehormatannya oleh seseorang di lorong gelap itu. Hanya saja si korban tidak melihat jelas pelaku yang katanya sudah berada di lorong itu ketika perempuan korban tersebut melintasi jalan pintas tersebut.

Hati muslimah ini pun tergerak untuk mencari tahu peristiwa yang sebenarnya, mengingat wanita yang menjadi korban itu melintasi gang sempit tersebut hanya beberapa menit setelah ia melintas di sana.

Dalam berita itu dikabarkan bahwa wanita itu tidak bisa mengidentifikasi pelaku dari beberapa orang yang dicurigai dari ruang kaca (di kantor polisi). Muslimah tersebut akhirnya memberanikan diri datang ke kantor polisi, dan memberitahukan bahwa rasanya ia bisa mengenali sosok pelaku pelecehan kepada wanita tersebut, karena ia melintasi jalan yang sama sesaat sebelum wanita tadi melintas.

Melalui kamera rahasia, akhirnya muslimah ini pun bisa menunjuk salah seorang yang diduga sebagai pelaku. Ia yakin bahwa pelakunya adalah pria yang ada di lorong itu dan mengacuhkannya sambil terus merokok.

Melalui interogasi polisi akhirnya orang yang diyakini oleh muslimah tadi mengakui perbuatannya. Tergerak oleh rasa ingin tahu, muslimah ini menemui pelaku tadi dengan didampingi oleh polisi.

Ia bertanya, “Apakah anda melihat saya tatkala melintasi jalan itu? Saya juga melintasi jalan itu beberapa menit sebelum wanita yang kamu yang kau nodai itu. Mengap anda mengganggunya tapi tidak mengganggu saya? Padahal ketika itu saya juga sendirian.”

Penjahat tersebut menjawab, “Memang saya melihatmu tadi malam. Anda berada di sana malam tadi beberapa menit sebelum wanita itu melintas. Saya tidak berani mengganggumu karena kamu tidak sendirian, ada dua orang tinggi besar di belakangmu yang mengawalmu. Yang satu di sisi kiri dan satu lagi di sisi kananmu.”

Muslimah tersebut tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Hatinya penuh haru syukur dan lisannya terus memuji Allah. Lututnya bergetar saat mendengar penjelasan pelaku kejahatan itu. Ia pun menyudahi perbincangan itu dan minta diantar polisi untuk keluar dari ruangan.

Sumber:

– Alamu al-Jin wa asy-Syayathin, Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar

 
Leave a comment

Posted by on August 11, 2014 in Suggestions (Nasehat)

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: