RSS

Team Building: High Performance Team

Hari rabu sampai jum’at tanggal 18-20 Juni 2008, kluster kami menggadakan acara team building (High performance team) di Port Dickson – negeri sembilan, dekat dengan Malaka, yang terkenal dengan selatnya yang banyak bajak laut nya di jaman dahulu. Eh… ane fikir bajak laut-bajak laut selat malaka tinggal cerita doang, ternyata samapai saat ini masih ada juga bajak-bajak laut itu. Terbukti Negara Malaysia selalu memberitakan keberadaannya dan jalinan kerjasama yang diadakan dengan negara-negara tetangga untuk menumpas bajak laut-bajak laut tersebut masih tetap berlangsung hingga kini.  Ngak nyangka ya, profesi bajak laut masih ada juga.

Kami menginap di resort Ilham yang terletak paling ujung dan bertepian dengan pantai. Resortnya mempunyai arsitektur yang sangat indah, seperti resort-resort di Bali yang ane hanya sering lihat di majalah-majalah. Alhamdulillah akhirnya ane bisa merasakan 3 hari bermalam di resort indah ini.

Saya sangat bersyukur tinggal di negeri muslim jiran negri kami ini. Kenapa hayo…?. Karena suasananya yang agamis dan makanan di hotel-hotelnya insyaAllah di jamin halal oleh negara ini. Jadi orang berjilbab, berjenggot, pakai peci adalah hal yang biasa kita jumpai di hotel-hotel berbintang. Hal yang jarang kita jumpai dihotel-hotel di negara kita. Hal yang dulu ane tak pernah mbayangi bisa tidur di hotel Marriot, Hilton dll semasa mahasiswa. Boro-boro mau nginap di hotel Marriot, baru mau masuk saja mungkin dah dituduh teroris, lagian juga ngak ada duit he..he…

Ana jadi teringat masa ngurus calling visa di kedubes Malaysia di Jakarta di akhir tahun 2004 dulu, dimana banyak terjadi pemboman di negeri kami. Kami tak habis fikir, kok ada muslim yang melakukan tindakan brutal ini. Apakah dia tidak mempertimbangkan dampak buruk bagi dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin dan nama baik negara kita tercinta. Waktu itu ana lupa bawa foto, kemudian ana ditunjukkan tempat berfoto di mall yang depannya persis hotel Marriot yang habis di bom. Betapa dek-dekannya hati ana, mungkin karena penampilan ana yang berjenggot dan kebetulan negara kami sedang gencar-gencarnya mencari pelaku pemboman dengan memasang gambar-gambar orang berjenggot sebagai tersangka di media tv dan ditempat2 umum. Betul juga, baru mau nyeberang jalan satpam Mall dah ngawas-ngawasi, belum lagi di dalam Mall ana dikuntit dengan seorang yang selalu berkomunikasi dengan HT. Padahal ane sedang bingung nyari tempat foto, naik ke tingkat atas… tahu-tahu ini orang dah ada disekitar sana. Ana turun dan duduk-duduk dilantai bawah, karena belum ada yang buka, eh ini orang nongol juga disekitar ana. Allahu musta’an. Beda sekali keadaannya dengan disini kawan…., we can go anywhere here… tanpa rasa kawatir diamat-amati, dikuntit dan dilihat dengan pandangan yang curiga. Ah malah ngelantur ni… kembali ke topik semula.

Saya sebagai a new member, sempat deg-degan juga, karena hanya sedikit yang baru saya kenal. Dan sangat sulit menghilangkan sifat pemalu saya sebagai bawaan dari lahir dan tradisi jawa (Solo) yang sangat kental. “Wow…. tempatnya sangat bagus sekali ..”, gumaman hati saya. Tapi kami kesini bukan untuk berlibur lho. Baru sampai, ngambil kunci kamar kemudian acara pembukaan dimulai. Setelah acara basa-basi, dilanjutkan ceramah singkat dari pimpinan cluster kami, “Prof. M. R.” , kemudian kami menyanyikan 3 lagu; lagu kebangsaan M’sia ‘Negaraku’, ‘Malaysia Gemilang’, dan lagu wajib company kami. Kayaknya hampir kalau ada acara di company kami, selalu didahului dengan menyanyi ke-3 lagu ini deh. Jadi familiar dengan sendirinya he..he… Eh rupanya suara kami sumbang dan tidak kompak, sehingga Human Resources (HR) yang turut serta meminta kami untuk mengulang menyanyi lagi.

Wah ternyata ada trainers nya juga ni, yang terdiri dari seorang India, seorang lagi dari Perancis dan seorang perempuan Melayu. Eh ndak nyangka, si bule itu ternyata seorang muslim, sebagaimana akunya. Kami langsung mendapat teguran dari trainers karena waktu yang molor. Terlambat lagi akan kena denda -+ RM 5 dan kalau ada Hp berdering yang berdampat mengganggu acara kami, kena denda juga. So, banyak yang menset Hp nya ’silent’.

Rupanya trainer nya mengenalkan kepada kami metode memecahkan masalah dari berbagai views (sudut pandang) yang dinamakan “SIX THINKING HATS”: looking at decisions from all points of view. Huey… menarik juga metode ini, kita jadi berwawasan luas dan bisa memandang suatu masalah dari kacamata orang lain, so kita akan menjadi orang yang tidak egois.

6 THINKING HATS

As chameleon: With the 6 Hats we can change our thinking colour according to our surroundings. Ke-6 warna itu yaitu:

1.    Putih

Behavioral: facts and figures, information, objective/ netral, these are the facts of the matter!.

2.    Merah

Behavioral: emotion/feeling, intuition/hunch, likes/dislikes, this is what I think, but do not ask me why!

3.    Hitam

Behavioral: risks/errors, skeptical, pessimistic, it will never work!.

4.    Kuning

Behavioral: opportunity-focused, hopes, dreams, visions, optimistic/constructive, great! fantastic!.

5.    Hijau

Behavioral: lateral, alternatives, creative/innovative, Let’s try something new!.

6.    Biru

Behavioral: thinking about thinking, monitoring/ disciplining, calculated, summarize/ conclude, We are not thinking effectively now!.

Itulah ke-6 warna topi dengan behavior, sifat-sifat yang mencerminkan warna tersebut.

TEKNIK PELAKSANAAN

Awalnya kita dibagikan kertas yang isinya berupa uneg-uneg seluruh member company yang dikumpulkan sebelum keberangkatan. Kemudian masing-masing dari kita diminta memilih 3 masalah utama sesuai pendapat kita, setelah dikumpulkan kemudian masalah-masalah tersebut dibuat peringkat, dan 3 masalah utama yang terpolling paling banyaklah yang akan menjadi agenda yang kita bicarakan dengan metode 6-thinking hats.

Langkah selanjutnya group kita dibagi menjadi 6 group kecil-kecil yang terdiri -+ 5-6 orang dan masing-masing group duduk melingkar dengan meja yang telah diberi taplak dengan ke-6 warna tersebut. Acara dimulai dengan sub-group yang duduk dimeja putih sesuai dengan behavior nya sebagai pengumpul fakta-fakta dan informasi.

Kemudian masing-masing group diminta memberi tanggapan sesuai dengan warna mejanya, kalau kita kebetulan duduk dimeja warna merah, kita harus menjadi orang yang berperasaan (feeling), emosi, suka ataupun tak suka. Demikian juga kalau kita dapat meja warna lainnya, kita harus bersikap dan berfikiran sesuai behavioral warna meja kita. Dan setelah semua group mengungkapkan tanggapan, pendapat sesuai warna mejanya masing-masing, kemudian kita berpindah menempati warna meja yang lain. Sehingga kita bisa merasakan sebagai seorang yang berperasaan, emosi (merah), skeptis dan pesimis (hitam), pemimpi, optimis dan visioner (kuning) atau kreatif & inovatif (hijau) dst.

Kemudian group yang di lihat oleh trainer memiliki kelebihan-kelebihan akan dipersilahkan menempati warna biru terus sebagai group yang memonitor jalannya diskusi dan meyimpulkan. Sedangkan group-group yang lain tetap berpindah-pindah, sampai akhirnya kesimpulan didapatkan oleh group biru.

Waah… asyik juga ye…

Smoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: