RSS

Kita Bukan Siapa-Siapa

01 Feb

Sujud - memilih tidak dikenal“Berapa banyak orang yang kusut dan berdebu, memakai pakaian yang lusuh yang tidak mengundang perhatian, namun sekiranya dia bersumpah atas nama Allah Ta’ala, niscaya Allah akan mengabulkannya” (HR. Tirmidzi)

Sahabat ….

Tak dipungkiri bahwa seiring dengan berjalannya waktu, paradigma manusia tentang nilai-nilai kehidupanpun juga terus berubah.

Hari ini… Orang baik selalu diidentikkan dengan derma yang dilakukan dengan terang-terangan. Kesuksesan selalu diukur dengan popularitas.

Kata sukses seolah hanya pantas disematkan pada mereka yang berulang-ulang kali muncul di televisi karena telah melakukan ini dan itu. Kemasyhuran itupun lantas melahirkan sifat angkuh, bangga diri, merasa bahwa diri telah berbuat banyak dan lebih dari orang lain.

Padahal… siapapun kita, sejujurnya kita bukan siapa-siapa. Apalagi bila kita melihat kenyataan hidup yang ada dimana ada berjuta-juta orang baik yang sebelumnya tidak kita kenal, atau mungkin tidak akan pernah kita kenal selamanya telah pergi membawa beragam amal shalih tanpa seorangpun yang mengenal mereka. Karena memang mereka memilih untuk tidak dikenal.

Diantara mereka ada yang jauh lebih baik dari kita, lebih terhormat, lebih banyak kebajikannya, lebih luas ilmunya dan juga lebih khusyuk penghambaannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Mereka selalu dipojokkan penduduk bumi, namun mereka mulia disisi penduduk langit. Mereka mencintai pilihan hidup itu. Sebuah pilihan hidup yang juga dicintai Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang sembunyi-sembunyi, miskin, bertaqwa lagi suka berbuat kebajikan”…. (Aw kama qoola shollallahu ‘alaihi wa sallam)

Begitulah ….  Jika mereka tidak ada, mereka tidak dicari orang. Dan apabila mereka ada, mereka tidak dikenali orang. Sebuah pilihan hidup yang sulit ditengah ramainya manusia yang mengejar ke-aku-annya, mengejar popularitas, menjadi pusat perhatian dan selebritas dengan berbagai cara.

Makna hidup yang mulia ini juga pernah diajarkan oleh Imam As-Syafi’i -rahimahullah- dalam ucapannya yang masyhur;

“Aku ingin sekali manusia mengetahui ilmu ini, dan tidak menisbahkannya kepadaku untuk selama-lamanya. Agar aku diberi pahala karenannya dan mereka tidak memujiku”.

Kita perlu memahami dan memaknai lebih dalam tentang arti pentingnya prinsip hidup diatas, agar kita selalu bersungguh-sungguh dalam menata diri dan meningkatkan kebajikan. Tidak merasa cukup, merasa lebih baik dari orang lain, dan agar kita berhenti untuk mengukur kebaikan dengan kacamata diri sendiri. Sebab kelak di pengadilan Allah barulah kita akan mengetahui; apakah kita benar-benar baik atau tidak.

Dinukil dari tulisan yang berjudul:

“Kita Bukan Siapa-Siapa (Edisi Muhasabah)” oleh Ustadz Aan Chandra El-Gharantaly [Madinah, September 2012)

 
Leave a comment

Posted by on February 1, 2016 in Motivation, Suggestions (Nasehat)

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: