RSS

1st Day Ramadhan In Singapore (1)

Hidup tidak selamanya senang dan mulus kawan….!. Persiapkanlah generasi kita untuk sanggup menghadapi ujian atau cobaan kehidupan yang lebih susah dari sekedar ujian matematik. Saya jadi teringat kisah orang keturunan Malaysia (Ibu) dan Pakistan (Bapak), yang hidup di Inggris dan anaknya cerdas-cerdas. Anak pertama sangat pandai matematik, sampai-sampai bisa masuk oxford University diusia yang masih belia (-+ 12th) dan menjadi sarjana termuda di Oxford University.

Sebelumnya anak tersebut pernah lari dari asrama walaupun akhirnya diketemukan. Setelah menikah dengan lelaki Inggris, kemudian ada masalah intern dan yang berakhir dengan perceraian. Mungkin karena dah merasa terlalu putus-asanya dalam menyelesaikan masalah kehidupan yang tak semudah menyelesaikan soal matematik he..he.. ,- dan akhirnya dia hilang ditelan gemerlapnya kehidupan malam kota London.

Beberapa waktu kemudian anak ini ditemukan dah menjadi pelacur dan mengiklankan dirinya di internet, sebagai pelacur yang cantik, cerdas … dengan menggunakan nama samaran, naudzu mindzalik.  Dirinya juga pernah diwawancarai secara life oleh sebuah TV Inggris untuk menyingkap kisah hidupnya. Berita ini sempat menjadi headline di surat kabar-surat kabar Malaysia dan menjadi pembicaraan hangat masyarakat yang pada akhirnya menimbulkan simpati masal.

Dah ye… ngelantur lagi..

————————————————

Awalnya visa tinggal saya di Malaysia tinggal 3 bulanan, kemudian saya datang ke Human Resource perusahaan saya untuk mengganti visa pelajar saya menjadi visa expat. Karena masih lumayan lama habisnya, saya diminta datang  dua bulan lagi, karena minimum 1 bulan urusan visa biasanya beres. Qoddarullah wa maa syaa fa’ala, karena kesibukan kerja, saya lupa datang lagi ke HR dan tinggal -+ 25 hari lagi visa saya habis. Kemudian oleh HR saya disaranin minta perpanjangan visa pelajar 2 bulan lagi ke UKM sehingga ada waktu untuk mengganti visa dan memperbaharui passport saya yang tinggal 7 bulan.

Saya besoknya langsung ke UKM menemui petugas urusan visa yang kebetulan masih berdarah jawa, jadi lumayan akrab. Awalnya dia tidak mau, kemudian saya ceritakan kmasalahnya, akhirnya dia mau membantu asalkan dilampirkan surat kontrak kerja dari perusahaan tempat saya bekerja. Kemudian saya diminta datang kembali pada hari Jumat, sekitar 2 atau 3 minggu lagi. Alhamdulillah.., optimis.., 1 masalah dah selesai… masalah perpanjangan passport telah menuggu dihadapan.

Sesuai perjanjian, pada hari H saya datang. Setelah antri, betapa terkejutnya saya, permohonan visa pelajar saya ditolak. Padahal masa tinggal saya disini tinggal 3 hari (sabtu, minggu & senin). Maksimal hari senin 31 Agustus 2008, – yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Malaysia-, saya harus dah cabut dari negeri ini kalau nda mau ditangkap kemudian dideportasi plus kena denda. Rasanya kayak penjajah yang kalah berperang, yang harus pergi dengan terpaksa meninggalkan daerah jajahannya.

Kondisi yang terdesak kadang memacu hormon andrenalin kita jadi lebih aktif, sehingga dengan cepat muncul ide pergi ke embassy Indonesia di KL untuk minta perpanjangan passport dan besoknya, mau ndak mau – terpaksa or dengan sukarela, saya harus pergi entah kemana, asal keluar dari negeri ini. Ada yang nyaranin ke Thailand, eh takut lagi tidak aman, ke Brunei…, kemana ya?, kok belum pernah. Ke Indonesia, wah eman2… kesempatan pulang dengan bebas fiskal 4x dalam setahun jadi berkurang dengan sia-sia. Alhamdulillah peraturan ini sekarang dah dihapus, sehingga kita bisa pulang bila-bila masa alias kapan saja.

Syukur alhamdulillah, saya kenal petugas masalah student passport di KBRI – KL, yang aktif di Muhammadiyah Malaysia, sehingga urusannya jadi mudah. Sehabis jumatan, passport yang baru dah bisa diambil.  Dia juga nunjukki tempat jum’atan dan restoran ‘ala Indonesia yang ada dibelakang gedung KBRI – KL. Wah dapat pengalaman baru sholat jum’at dengan kawan-kawan sebangsa dan setanah air serta bisa menghilangkan rasa kangen masakan Indonesia nih.

Alhmdulillah aku puas…, satu urusan dah selesai; perpanjangan passport. Akhirnya hari itu karena sibuk urusan passport dan visa, saya minta cuti 1/2 hari ke boss. Eh… atas belas kasihan beliau, saya dimaklumi dan dianggap urusan kerja.

Kemudian kuputuskan pergi ke Singapore yang bisa dijangkau dengan naik bus. Kubatalkan niat saya pergi ke Batam sambil mengunjungi anaknya budhe. Yok ke Singapore lagi…., alhamdulillah ada manfaatnya juga dulu diajak kawan kantor untuk menemani ke Singapore untuk suatu urusan. Saya masih ingat, waktu itu di bulan ramadhan juga. Akhirnya, puasa hari pertama bulan Ramadhan tahun ini kunikmati dengan penuh kesyukuran di Singapura.

Bersambung….

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: