RSS

Memaknai Persahabatan

18 Sep

Al-Waaqidiy seorang ahli sejarah yang begitu tenar namanya, mengatakan; aku mempunyai dua sahabat, seorang dari suku Hasyimiy dan yang satunya lagi dari suku Nabthiy atau Syamiy. Kami bagaikan tiga sejoli yang tak terpisahkan.

Pada suatu hari aku ditimpa kesusahan yang sangat parah, saat itu bertepatan dengan hari ‘Ied (hari raya) ketika istriku datang dan berkata: “Adapun kita berdua mungkin masih bisa bersabar dengan kondisi ini, tetapi anak-anak kita belum tentu, mereka masih terlalu kecil. Hatiku bagai hancur berkeping-keping karena kasihan kepada mereka, terlebih lagi setelah mereka melihat anak-anak tetangga telah memakai baju baru hari raya mereka, sementara anak-anak kita masih dalam kondisi compang-camping. Maka bergeraklah!, agar kita mendapatkan uang untuk membelikan anak-anak kita di hari raya kali ini”.

Maka akupun menulis surat kepada sahabatku yang dari suku Hasyimiy untuk meminta bantuannya, maka ia mengirim sebuah paket yang dicap di atasnya dengan tulisan 1000 dirham. Belum lagi aku membuka paket itu, tiba-tiba aku menerima sebuah surat dari sahabatku yang dari Nabthiy yang berisi permohonan bantuan. Maka tanpa pikir panjang akupun mengirim paket yang baru saja aku terima.

Kemudian aku keluar menuju masjid dan menginap semalam untuk menghindar agar istriku tidak menanyakan apa yang telah aku lakukan dengan paket itu. Tatkala aku kembali ke rumah dan menceritakan apa yang telah terjadi, ternyata istriku justru menganggap baik perbuatan itu dan tidak menyalahkanku.

Sementara aku dalam keadaan bingung, tiba-tiba sahabatku Al-Hasyimiy datang dengan membawa paket yang sama, yaitu paket yang telah aku kirim kepada temanku An-Nabthiy. Kemudian Al-Hasyimiy berkata sambil meletakkan paket itu di hadapanku; “katakan kepadaku apa yang telah kamu lakukan dengan paket yang aku kirim kepadamu? Kamu telah meminta bantuan uang kepadaku, dan aku tidak punya apa-apa di muka bumi ini kecuali paket yang aku kirim kepadamu, dan kamu telah mengirimkan ke teman kita An-Nabthiy. Kemudian tidak lama akupun meminta bantuan uang kepada An-Nabthiy, maka ia pun mengirimkan paketku yang kamu kirim kepadanya, dan stempelku ini masih tertera di atasnya”.

Akupun sangat terkejut mendengar cerita sahabatku Al-Hasyimiy, dan aku tidak tahu apa yang harus kulakukan dengan kembalinya paket uang ini. Lalu aku menemukan cara terbaik untuk membagi uang ini, yaitu: 100 dirham untuk istriku, dan 300 dirham untuk masing-masing kami bertiga.

Cerita kejadian inipun sampai ke telinga khalifah Al-Makmun, maka beliau memanggilku dan memintaku untuk menceritakan kembali kisah aku bersama kedua sahabatku, dan akupun menceritakannnya.

Bersambung

 
Leave a comment

Posted by on September 18, 2014 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: