RSS

Tradisi Mencari Ilmu Yang Mengagumkan Suku Mauritaniyyah

08 Feb

Ibnu Amr Ad-Dimakiy dari ustadz Abdullah Zaidi, bercerita kepadaku,

Anta tahu tidak kalau ada satu suku yang sangat disegani oleh para ulama (masyaikh) Saudi, namun berasal dari luar as-Su’udiyyah?”

“Suku apa itu ustadz?”

Pernah dengar Mauritaniyyah?”

“Belum ustadz, kenapa mereka disegani ustadz?”

Karena kebiasaan mereka dalam menuntut ilmu yang sangat luar biasa… jika ada seorang anak kecil disana berumur 7 tahun belum hafal Al-Qur’anitu akan sangat memalukan kedua orangtuanya… Bahkan 7 dari 13 Doktor di Mediu (Medinah International University) berasal dari Mauritaniyyah.”

“MasyaAllah, bagaimana sistem pengajaran mereka?”

Pertanyaan anta jamil (bagus)… Memang kita bukan hanya harus takjub, tapi kita harus meniru sistem yang mereka gunakan. Jadi begini akhi…, mereka itu mendapatkan pendidikan Al-Qur’an bukan hanya sejak kecil, tapi sejak bayi. Ketika ada seorang ibu hamil, dia tidak akan menghabiskan waktu hanya tidur di kasur. Ibu tersebut akan menyibukkan diri untuk muroja’ah hafalannya hingga ibu itu terasa letih karenanya. Setelah bayi itu lahir, keluarga yang akan muroja’ah, misalkan seorang anak akan muroja’ah kepada bapak atau ibunya, maka diwajibkan untuk dia muroja’ah di depan adiknya yang masih bayi pula… Jadi ketika ibunya sedang menggendong bayi tersebut, kakaknya muroja’ah kepada ibunya. Kalaupun suara tangis bayi mengganggu kakaknya ya itulah tantangan untuk anak tersebut…”

“MasyaAllah, lalu sistem ketika menginjak remaja gimana ustadz?”

Ahsanta, ketika mereka berusia 7 tahun ke atas, mereka akan pergi kepada masyaikh untuk belajar agama. Mereka tidak belajar di dalam kelas, jadi para masyaikh setempat membuat tenda di tengah gurun, dan di dalam tenda itulah proses belajar-mengajar dilakukan. Mungkin dalam fikiran kita menyakitkan karena panasnya, namun itu nikmat untuk mereka karena rasa ingin tahu yang tinggi pada diri mereka menjadikan sedikit ilmu adalah nikmat dan rizqi yang melimpah untuk mereka, bukan harta…!!!”

“Masya Allah… Masya Allah yaa ustadz…”

Na’am, ketika syaikh tersebut berkata “istami’…”, maka semuanya menatap syaikh tersebut dan menyimak dengan seksama. Tidak ada yang berani menulis bahkan bermain pulpen, karena akan dimarahi… Setelah syaikhnya menerangkan panjang lebar, barulah mereka menulis. Mereka menulispun juga bukan di selembar kertas. Mereka menulis di batu, daun, kulit pohon atau sejenisnya yang mereka bawa dari rumah. Kenapa tidak pakai kertas? Karena memang itu dilarang, dan mereka hanya membawa selembar… Setelah mereka menulis maka tulisan mereka yang berasal dari ingatan mereka itu ditunjukkan ke syaikh, kalau ada kesalahan maka akan dikembalikan untuk dibetulkan hingga semua santrinya menuliskan semua yang diucapkan syaikh. Itu menunjukkan syaikh tersebut hafal apa yang diucapkan. Masya Allah… Ketika semua santrinya telah menuliskan dengan benar maka syaikh memerintahkan untuk dihapus…”

“Dihapus ustadz? lalu mereka tidak punya catatan pelajaran hari itu dong?”

Laa yaa akhi, ketika semuanya sudah benar, itu menunjukkan pelajaran yang disampaikan oleh syaikh sudah dihafal di luar kepala. Jadi catatan mereka ya ingatan mereka itu… Setelah semuanya benar dan telah dihapus, maka syaikh melanjutkan pelajarannya. Begitu seterusnya sampai pelajaran di hari itu habis. Setelah mereka pulang ke rumah, barulah apa yang mereka ingat mereka tulis ulang dalam buku mereka… Di usia 17 tahun, mereka sudah bisa mengeluarkan fatwa, yang berarti mereka sudah menjadi mufti…”

“Masya Allah, merinding ana ustadz…”

*************

Dinukil dari group WA Ar-Royyan (Jogjakarta)

 
Leave a comment

Posted by on February 8, 2014 in Motivation

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: