RSS

Tegar dan Tawakal

17 May

Salah satu cara ampuh untuk mengobati penyakit kejiwaan, kegoncangan jiwa, bahkan juga penyakit-penyakit fisik adalah dengan menghadirkan hati yang kuat, tegar dan tidak terpengaruhi oleh ilusi dan khayalan pikiran-pikiran negatif. Hal ini karena, apabila seseorang sudah mau menerima khayalan-khayalan, hatinya memberikan reaksi terhadap berbagai pengaruh dari luar, seperti perasaan takut akan penyakit, perasaan marah, atau perasaan terganggu sekali karena hal-hal yang menyakitkan atau karena memikirkan musibah yang akan menimpa atau kenikmatan yang akan hilang. Semua itu akan menenggelamkannya dalam kesedihan, penyakit rohani maupun jasmani dan menghancurkan jiwanya. Dampak buruk dan bahayanya sudah banyak diketahui oleh banyak orang.

Jika hati bersandar kepada Allah Ta’ala, bertawakkal kepada-Nya, tidak menyerah pada prasangka-prasangka buruk, tidak dikuasai khayalan-khayalan negatif, yakin serta mengharap sekali karunia Allah Ar-Razzaq, maka kana terusirlah perasaan sedih dan hilanglah berbagai macam penyakit fisik dan jiwa. Hati bisa mendapatkan kekuatan, kelapangan, dan kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan.

Banyak rumah sakit yang penuh dengan pasien yang sakit karena prasangka-prasangka buruk dan khayalan-khayalan yang menyesatkan. Banyak orang yang kuat hatinya tapi masih terpengaruh dengan hal tersebut, apalagi orang yang memang lemah hatinya.

Dan betapa sering hal tersebut menyebabkan kedunguan dan kegilaan! Orang yang sehat dan selamat adalah yang diselamatkan Allah Ta’ala dan diberi-Nya taufik untuk berusaha mendapatkan faktor-faktor yang bisa menguatkan hatinya dan mengusir kegelisahannya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala;

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah Ta’ala niscaya Allah akan mencukupkannya. (Ath-Thalaq: 3)

Artinya Allah Ta’ala akan mencukupkan untuknya semua apa yang dia butuhkan dari urusan agama dan dunianya.

Maka orang yang bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, hatinya akan kuat dan tabah. Tidak dapat dipengaruhi oleh prasangka-prasangka buruk, tidak dapat digoncang oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi, sebab dia tahu hal itu termasuk indikasi lemahnya jiwa dan perasaan takut yang tidak beralasan. Dia tahu, Allah Ta’ala akan menjamin sepenuhnya orang yang bertawakal kepada-Nya, dia yakin kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tenang karena percaya dengan janji-Nya. Dengan demikian, hilanglah kesedihan dan kegelisahannya. Kesulitan berubah menjadi kemudahan, kesedihan menjadi kegembiraan dan perasaan takut menjadi keamanan.

Kita memohon kepada Allah Ta’ala kesehatan dan keselamatan. Semoga Dia mengaruniakan kepada kita kekuatan dan ketetapan hati dengan sikap tawakal sepenuh hati. Karena Allah telah menjamin pelakunya dengan segala kebaikan dan menolak segala musibah dan kesedihan.

——– Malam terakhirku di Kuala Lumpur, May 18, 2013 ——–

Saduran kitab kecil (kutaib) dengan judul asli “Al-Wasaail Al-Mufiidah Lil Hayaatis Sa’iidah” yang ditulis oleh syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy. Edisi Indonesia: “Menggapai Kehidupan Bahagia”.

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: