RSS

Dzikir, Ingat Nikmat dan Melihat ke Bawah

21 Feb

Termasuk faktor utama yang mendatangkan sikap lapang dada dan ketenangan adalah “Banyak berdzikir kepada Allah Ta’ala”. Dzikir kepada Allah Ta’ala akan memberikan pengaruh ajaib untuk mendapatkan sikap lapang dada dan ketenangan serta menghilangkan kesedihan dan musibah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” (Ar-Ra’du: 28)

Dzikir kepada Allah Ta’ala akan memberikan pengaruh yang besar dalam menggapai bahagia. Karena dia mempunyai keistimewaan dan karena adanya harapan hamba untuk mendapatkan pahala dan balasan Allah Ta’ala.

Diantara faktor lain yang mendatangkan sikap lapang dada dan ketenangan adalah: “Ingat dan membicarakan nikmat-nikmat Allah Ta’ala yang tampak maupun yang tidak tampak”. Dengan mengetahui dan membicarakannya niscaya Allah Ta’ala akan menolak kesedihan yang ada dan mendorong hamba untuk selalu bersyukur. Syukur adalah sikap yang sangat mulia dan berkedudukan terpuji, bahkan walaupun dia berada dalam kondisi fakir, sakit dan berbagai macam ujian lainnya. Bila seorang hamba ingin membandingkan antara nikmat-nikmat Allah Ta’ala yang banyaknya tidak dapat dihitung dengan jumlah musibah yang menimpa, tentu musibah itu tiada artinya.

Bahkan, bila ada musibah yang menimpa hamba lalu dia hadapi dengan kesabaran, rela dan sikap menerima, maka akan ringanlah bebannya. Sementara, harapannya mendapatkan pahala Allah Ta’ala dan ibadahnya kepada Allah Ta’ala dengan menjalankan perintah bersabar dan rela, akan mengubah sesuatu yang pahit menjadi manis. Manisnya pahala membuatnya lupa akan pahitnya sikap sabar.

Termasuk faktor yang sangat mendukung dalam hal ini adalah mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melihat orang yang ada di bawah kita dalam hal keduniaan. Sebagaimana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Lihatlah orang yang ada di bawah kalian dan janganlah kalian melihat orang yang di atas kalian. Sesungguhnya hal ini lebih baik bagi kalian sehingga kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan kepada kalian” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Bila seorang hamba meletakkan di depan matanya cara pandang yang mulia ini, dia akan melihat bahwa dirinya mengungguli sebagian besar orang dalam masalah kesehatan dan rizkinya, walau bagaimanapun kondisi dia sebenarnya. Dengan demikian akan hilanglah kegelisahan, kesedihan dan musibahnya, dan bertambahlah perasaan senangnya serta harapannya untuk mendapatkan juga nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepada orang-orang yang ada di atasnya.

Setiap kali seorang hamba merenungi nikmat-nikmat Allah Ta’ala, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, dalam urusan agama ataupun duniawi, dia akan mengetahui bahwa Allah Ta’ala telah memberikan kepadanya banyak kebaikan dan mencegah berbagai bencana. Pasti insyaAllah, hal ini dapat menghilangkan kesedihan dan mendatangkan kebahagiaan serta kesenangan.

—————–  Kuala Lumpur 21 Feb 2013 —————–

Saduran kitab kecil (kutaib) dengan judul asli “Al-Wasaail Al-Mufiidah Lil Hayaatis Sa’iidah” yang ditulis oleh syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy. Edisi Indonesia: “Menggapai Kehidupan Bahagia”.

 
Leave a comment

Posted by on February 21, 2013 in Akhlaq, Motivation

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: