RSS

Fokus Pada Pekerjaan Yang Sedang Dihadapi

21 Feb

Al-Qur’an mengandungi banyak hikmah, hukum dan pelajaran untuk kemaslahatan hidup manusia. Tapi karena kurangnya ilmu kita, terkadang kita tidak bisa menggali dengan jeli pelajaran-pelajaran ataupun kaidah-kaidah yang sangat bermanfaat yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, apapun profesi kita.

Kaidah bermanfaat yang terkandung dalam al-Qur’an berikut merupakan kaidah ke-41 yang dinukil dari kitab al-Qawa’idul Hisan karya syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah, seorang ulama yang lahir pada tahun 1307 H di Unaizah, Qashim – Saudi Arabia.

Dalam al-Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala memberikan tuntunan kepada para hamba-Nya dalam masalah pekerjaan agar fokus pada pekerjaan saat itu;

Dalam rangka motivasi untuk melakukan sesuatu dan menghindari lawannya (Allah subhanahu wa ta’ala menuntunkan) agar melihat efek positif yang akan timbul;

Sedangkan dalam masalah kenikmatan (Allah Ta’ala menuntun para hamba-Nya) agar melihat kepada lawan dari kenikmatan tersebut. [1]

Pada tulisan ini kami akan memfokuskan pada sub-kaidah yang pertama; fokus pada pekerjaan saat itu. Shobat sekalian… Setiap orang tentu memiliki aktifitas ataupun pekerjaan yang ingin dikerjakan dengan baik dan dengan capaian hasil yang maksimal. Namun karena terlalu banyaknya pekerjaan, terkadang kita bingung dalam menentukan skala prioritas; mana pekerjaan yang akan didahulukan dan bagaimana melakukannya?!. Satu pekerjaan belum tuntas, pekerjaan berikutnya telah antri menunggu untuk diselesaikan. Akibatnya, hampir bisa dipastikan akan mengurangi konsentrasi yang berefek pada hasil dari pekerjaan yang terdahulu (pertama). dan berimbas pada pekerjaan selanjutnya.

Lalu bagaimanakah kiat mengatasi problem tersebut?!. Syaikh Abdurrahman As-Sa’di memberikan kiat penting yaitu; untuk meraih hasil yang maksimal, kita harus fokus pada pekerjaan (yang sedang dihadapi) saat itu, sebagaimana perkataan beliau;

Jika seseorang sibuk dengan pekerjaan yang merupakan pekerjaannya saat itu, dia fokus padanya lahir-batin, maka dia akan meraih sukses dan pekerjaan itu akan bisa selesai dengan baik. Namun, jika saat itu dia melirik atau jiwanya mengiginkan pekerjaan lain yang belum waktunya, maka semangatnya akan berkurang dan konsentrasinya buyar. Sehingga perhatiannya pada pekerjaan lain akan mengurangi kemampuannya menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan mengurangi konsentrasi. Yang pada gilirannya, pada saat pekerjaan yang diinginkannya itu datang, justru semangatnya melemah. Bahkan terkadang, pekerjaan berikutnya sangat bergantung pada pekerjaan yang pertama. (Sehingga jika yang pertama kurang maksimal atau gagal, berarti dia akan kehilangan keduanya). Berbeda dengan orang yang berkonsentrasi dan fokus pada pekerjaannya saat itu. Ketika waktu pekerjaan berikutnya tiba, dia sudah siap, semangat dan menyambutnya dengan antusias. Sehingga pekerjaan pertamanya menjadi pendukung bagi pekerjaan berikutnya.

Adapun landasan kesimpulan ini yaitu firman Allah Ta’ala:

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, ‘Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat!’, setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata, ‘Ya Rabb kami, mengapa Engkau wajibkan kepada kami berperang?’ ” (QS. an-Nisa’; 4:77)

Perhatikanlah keadaan orang-orang yang diberitakan oleh Allah Ta’ala dalam ayat diatas; (Mereka ingin sekali memerangi orang-orang kafir, padahal saat itu belum waktunya. Saat itu, mereka baru diwajibkan mendirikan sholat dan menunaikan zakat [2]). Ketika kewajiban berperang itu tiba, mereka justru melemah dan semangat mereka lenyap.

Semisal dengan ayat diatas yaitu firman Allah Ta’ala;

“Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya” (QS. Ali Imran; 3:143)

Masalah ini lebih diperjelas lagi dalam firman-Nya;

“Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka, ‘Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu’, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demilkian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka)” (QS. an-Nisa’; 4:66).

Begitu juga dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala;

“Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah, ‘Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, pasti kami akan bersedekah dan kami pasti termasuk orang-orang yang shalih’. Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah”. (QS. at-Taubah; 9:75-77)

Dalam ayat-ayat tersebut, Allah Ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk menjadi orang pada zamannya dan bersungguh-sungguh (berkonsentrasi) melakukan sesuatu yang menjadi pekerjaannya kala itu [3].

Namun hal ini tidak berarti bahwa kita tidak boleh memiliki rencana di masa yang akan datang. Karena rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mempunyai perencaan. Hanya saja, jangan sampai sesuatu yang akan datang (apalagi yang belum pasti) itu membuyarkan konsentrasi atau melalaikan kita dari pekerjaan yang sedang dihadapi.

Semoga bermanfaat.

Kuala Lumpur, 21.2.2012 at 11.45 pm.

——-

Dinukil dan disadur dari: Majalah As-Sunnah, No. 10 Thn XV Rabi’ul Awwal 1433 H /Februari 2012 M

[1].  Al-Qawa’idul Hisan, Syaikh ‘Abdurrahman Nasir As-Sa’di rahimahullah, kaidah ke-41

[2].  Syarah Syaikh Khalid al-Musyaiqih terhadap kaidah ini

[3].  Selesai perkataan Syaikh ‘Abdurrahman Nashir As-Sa’di dengan terjemahan bebas.

 
1 Comment

Posted by on February 21, 2012 in Motivation, Opinions, Words of Wisdom

 

Tags: , , , ,

One response to “Fokus Pada Pekerjaan Yang Sedang Dihadapi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: