RSS

Al-Akhfiya’: Orang-Orang Yang Gemar Menyembunyikan Amal Shalih Mereka

09 Feb

Alhamdulillah, pada hari Selasa-Rabu tanggal 31 Januari – 1 Februari lalu kami berkesempatan untuk singgah di kota Yogyakarta untuk bersilaturrahmi dan membeli beberapa buku, majalah yang berkaitan dengan IT dan ke-Islaman. Buku Al-Akhfiya‘ adalah salah satu buku yang telah mencuri hati kami. Terdorong dengan motivasi untuk memperbaiki niat-niat dalam segala aktifitas kehidupan dan terlebih ibadah, kami membelinya sebagai pelepas dahaga ditengah gemerlapnya dunia yang menggoda. Sebagai penawar racun-racun duniawi yang kian memburu dari berbagai penjuru.

Al-Akhfiya’ adalah orang yang suka mengerjakan amal shalih secara sembunyi-sembunyi, tidak suka pamer, mencari ketenaran, dan tidak pula ujub. Mereka tidak banyak dikenali penduduk bumi, tapi sangat dikenali penduduk langit.

Ketika ketenaran, popularitas, menjadi dambaan dan incaran bagi kebanyakan manusia pada jaman sekarang. Tatkala kesukaan kita akan pujian, mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah dilakukan dan sifat riya’ menjadi kebiasaan. Sungguh bertolak-belakang dengan kondisi mereka yang menjadi tauladan dalam keikhlasan, meninggalkan nama harum dalam kesunyian. Tidak dikenal kecuali setelah kepergiannya meninggalkan dunia yang fana. Keagungan akhlaq dan keluasan ilmu dalam buku-buku karya mereka menjadi pelita dalam kegelapan dunia yang tak pernah punah di telan masa.

Ironis memang. Ketika di satu sisi kita mengenali orang-orang ternama dari kalangan politisi, aktor-artis,  milyuner dan selebritis, tapi di sisi lain kita tidak mengenali kehidupan hamba-hamba pilihan, yang seluruh kehidupannya diperuntukkan bagi Allah Ta’ala dan agama-Nya.

Dengan tulisan ini, mari kita sama-sama berkenalan dengan mereka, menauladani dan mengikuti langkah mereka semampu kita sebagaimana kata hikmah,

Serupailah mereka jika engkau tidak mampu seperti mereka,

Karena menyerupai orang-orang mulia adalah keberuntungan.

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menjelaskan perbedaan antara orang-orang yang suka menyembunyikan amalnya sebagaimana ia berkata,

Berapa banyak orang yang terlihat khusyuk agar dia disebut ahli ibadah. Berapa banyak orang yang diam agar disebut penakut. Berapa banyak orang yang meninggalkan dunia agar disebut orang zuhud. Tanda orang yang ikhlas ialah jika penampakan dirinya sama dengan disaat kesendiriannya. Boleh jadi ia memaksakan diri untuk tersenyum kepada manusia dan berpenampilan sederhana, agar dia mendapat sebutan zuhud. Ibnu Sirin rahimahullah, – tabi’in terkemuka -, biasa tersenyum pada siang hari. Namun jika malam tiba, dia menangis seakan-akan telah membunuh penduduk satu kampung”. [1]

Di sadur dari: Al-Akhfiya: Orang-Orang Yang Gemar Menyembunyikan Amal Shalih Mereka (Edisi Indonesia)

judul asli: Al-Akhfiya’: al-Manhaj wa as-Suluk, karya Walid ibn Sa’id Bahakam.

———————————

[1].  Ibnul Jauzi, Shaid al-Khathir, hlm. 359.

 
Leave a comment

Posted by on February 9, 2011 in Adab & Akhlaq, Motivation, Wisdom Sentences

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: