RSS

Mutiara Hikmah Para Pendahulu Yang Saleh

30 May

Sungguh berbahagialah orang-orang yang senantiasa memberi santapan kepada jiwanya, sebagaimana ia memberi santapan kepada raganya. Yaitu santapan yang dapat membuat kepribadian luhur dan menjadikan jiwa mulia serta bijaksana. Dan, santapan paling baik bagi jiwa itu adalah mutiara hikmah para sahabat dan orang-orang yang saleh kekasih Allah, yang telah mendahului kita dengan akhir hidup yang husnul khatimah & penuh keteladanan. Tentulah, setelah mutiara hikmah yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Allah menganugerahkan hikmah (kefahaman yang mendalam terhadap Al-Qur’an dan As-sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah tersebut, ia benar-benar telah diangerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran” (Al-Baqarah: 269)

Generasi terbaik umat ini sudah barang tentu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau, kemudian diikuti oleh para tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Mereka itulah para pendahulu kita yang saleh yang telah meninggalkan jejak kemuliaan kepada kita. Dan mereka jugalah orang-orang yang memiliki keagungan budi pekerti, kedalaman ilmu, kesungguhan dalam amal dan beribadah kepada Allah Ta’ala. Tutur katanya menebarkan kedamaian, langkah dan sikapnya mencerminkan keteladanan, dan hatinya selalu menunduk tawadhu’ di bawah keagungan Sang Pencipta. Mereka bukan mewariskan harta-emas permata, dan bukan pula jabatan atau takhta, tetapi semata-mata hanya mewariskan ilmu yang bermanfaat untuk kebahagiaan hidup sepanjang masa. Sungguh!, mereka adalah orang-orang mulia yang telah dianugerahi hikmah bak mutiara yang putih bersih yang berkilau di tengah gelapnya cahaya. Oleh karena itu, marilah kita ambil bersama wahai para sahabat sekalian!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

“Sesungguhnya dalam kefasihan (keindahan kata-kata) itu mengandung sihir (daya pesona)” [HR. Al-Bukhari, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi dari hadits Abdullah bin Umar, dan Muslim juga meriwayatkannya dari Ammar]

Shahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu telah berkata,

“Perkataan orang bijak penghidup hati

Bak hujan lebat menyirami bumi

Perkataan orang bijak penerang kegelapan

Dan diamnya pun penuh kebijaksanaan

Hidupnya orang bijak seperti menara cahaya

Laksana cahaya siang menerangi kegelapan”

[Akhlaq Al-Ulama, Abu Bakar Al-ajiri, meninggal pada tahun 360 H]

Luqmanul Hakim dalam salah satu kata hikmahnya menuturkan kepada kita,

Sesungguhnya hikmah itu dapat menghidupkan hati yang mati, sebagaimana air hujan dapat menghidupkan bumi yang gersang“.

——-

Mi’atani Hikmah Min Hikam ash-Shahabah wa ash-Shalihin, Amin Muhammad Jamaluddin

[200 Mutiara Hikmah Para Sahabat & Orang-Orang Saleh]

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: