RSS

Kecantikan Itu Perlu Tapi Bukan Segalanya

03 Oct

Kecantikan walaupun bukan perkara yang prinsipil, akan tetapi perlu diperhitungkan. Oleh karena itulah syariat Islam menganjurkan kepada sebab-sebab yang dapat menumbuhkan kasih sayang dengan membolehkan melihat calon istri.

Kecantikan bagi seorang wanita kalau tidak terpelihara dengan lingkungan yang beragama dan terdidik dengan pendidikan yang benar serta keturunan yang baik bisa menjadi malapetaka. Sebab, orang-orang fasiq akan berambisi untuk mendapatkan dirinya. Kehormatannyapun semakin mudah dilecehkan, sehingga bisa menyeretnya ke lembah nista dan keji, tanpa peduli bahwa hal itu bisa menyebabkan hancurnya rumah tangga dan bisa mengotori kesuciannya dengan cacat dan cela.

Sebagian ulama salaf dahulu lebih mengutamakan wanita yang jelek tapi taat beragama daripada wanita yang cantik, agar kecantikan itu tidak menyibukkannya dari mentaati Allah Ta’ala.

Malik bin Dinar berkata: “Salah seorang dari kalian menghindari menikah dengan wanita yatim, padahal ia bisa mendapat pahala apabila memberinya makan dan pakaian, nafkah hariannya juga ringan dan lebih bisa menerima yang sedikit. Lalu ia memilih menikahi puteri si Fulan dan si Fulan, yakni orang-orang pengagum dunia. Berikutnya wanita tersebut menuntut banyak sekali tuntutan kepadanya dan berkata, ‘Berilah aku pakaian ini dan ini‘.”

Abu Sulaiman Ad-Daaraani berkata, “Zuhud itu ada pada segala sesuatu hingga dalam urusan wanita. Seseorang menikahi wanita tua karena lebih mengutamakan zuhud terhadap dunia. Sebagian salaf memilih wanita yang bijak dan berakal daripada wanita cantik, karena wanita yang bijak manfaatnya lebih banyak bagi mereka“.

Imam Ahmad bin Hanbal memilih wanita yang buta matanya sebelah daripada adiknya, padahal adik wanita itu lebih cantik lagi. Beliau bertanya, “Siapakah yang lebih pintar ?”. Dijawab, “Yang buta matanya sebelah“. Maka beliau berkata, “Nikahkanlah aku dengannya“.

Syaikh Ibnul Utsaimin berkata, “Seperti yang sudah dimaklumi bahwa kecantikan wanita ada dua, kecantikan lahir dan kecantikan bathin. Kecantikan lahir adalah kesempurnaan fisik, karena apabila seorang wanita itu cantik parasnya dan baik tutur katanya, maka matapun sedap memandangnya, telingapun nyaman mendengar tutur katanya, hati akan terbuka, dada akan terasa lapang, dan jiwa akan merasa tenang. Sehingga ia dapat mewujudkan firman Allah Ta’ala;

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir“. (QS. Ar-Ruum: 21).

Kecantikan bathin adalah kesempurnaan agama dan akhlaq. Semakin taat seorang wanita dalam agama dan semakin sempurna akhlaqnya, maka semakin disukai oleh jiwa. Wanita yang taat beragama, melaksanakan perintah Allah Ta’ala dan menjaga hak-hak suami, hak ranjang, anak-anak dan hartanya, membantu suami dalam mentaati Allah Ta’ala, jika suami lupa ia mengingatkannya, apabila suami malas ia memompa semangatnya dan apabila suami marah ia berusaha membuatnya tenang.

Apabila mungkin mendapatkan wanita yang terdapat padanya kecantikan lahir dan bathin, maka telah sempurnalah kebahagiaan seorang lelaki.

—————-

Surat Terbuka Untuk Para Suami, Abu Ihsan & Ummu Ihsan.

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: