RSS

Rizqi Hanya Berasal dari Allah ar-Razzaq…

23 Aug

Semua Orang Memperoleh Rizqi

Hampir semua orang telah mengetahui bahwa rizqi itu datangnya dari Allah Ta’ala. Dialah yang memberikannya kepada makhluk, baik melalui langit maupun bumi, darat maupun laut. Bahkan para dukun serta orang – orang kafirpun meyakini hal itu, kecuali orang-orang yang sengaja mendustakannya.

Allah Azza wa Jalla telah berfirman menceritakan pengakuan orang-orang musyrik (penyembah berhala) bahwa rizqi datangnya dari Allah:

Katakanlah (hai Muhammad kepada orang-orang musyrik); “Siapakah yang memberi rizqi kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan”. Maka mereka menjawab; “Allah”. Maka katakanlah; “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” (Qs. Yunus/ 10:31).

Syaikh Abdur Rahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah, -seorang ulama besar pada zamannya, wafat th. 1376 H) menjelaskan, bahwa rizqi duniawi maupun rizqi ukhrawi, -berkaitan dengan masalah akherat-, tidak akan dapat diperolah kecuali dengan taqdir dan kehendak Allah Ta’ala. Karena itulah Allah Ta’ala berfirman:

Dan Allah memneri rizqi kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. (Qs. al-Baqarah/ 2:212).

Jadi, baik mukmin maupun kafir, mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan rizqi duniawi serta kesenangan-kesenangan dunawi. Akan tetapi, rizqi yang bersifat hati; berupa ilmu, keimanan, rasa cinta kepada Allah, rasa takut dan berharap kepada Allah serta rizqi-rizqi lain yang bersifat hati, hanya dianugerahkan oleh Allah Ta’ala kepada orang-orang yang Dia cintai.[1]

Rizqi Atas Kehendak Allah Ta’ala

Rizqi Allah Ta’ala ada yang bersifat duniawi dan ada yang bersifat ukhrawi. Semuanya adalah berdasarkan kehendak-Nya. Baik mukmin maupun kafir mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan rizqi duniawi, termasuk binatang sekalipun. Bahkan terkadang orang kafir atau binatang justru lebih banyak mendapatkan rizqi duniawi. Karena itu, jika seorang muslim menitik beratkan uasaha serta hidupnya untuk mendapatkan rizqi duniawi, maka apa bedanya ia dengan orang kafir dan binatang?.

Mestinya, mencari rizqi duniawi bagi seorang mukmin tidak lepas dari konteks peribadatan kepada Allah Ta’ala, sehingga yang menjadi perhatian utamanya adalah mendapatkan rizqi ukhrawi serta rizqi-rizqi yang dapat mengantarkannya kepada kebahagiaan ukhrawi.

Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah 9wafat th. 751H) menjelaskan bahwa sikap hidup seorang mukmin berbeda dengan sikap hidup orang-orang yang kafir. Seorang mukmin, meskipun mendapatkan rizqi dunia dan kesenangannya, namun tidak akan ia pergunakan untuk bersenang-senang semata, dan tidak akan ia pergunakan untuk menghilangkan kebaikan-kebaikannya selama hidup di dunia. Melainkan rizqi duniawi tersebut akan dipergunakan untuk memperkuat diri dalam mencari bekal di akhirat kelak. [2]

Di samping itu, hendaknya kaum muslimin bersyukur kepada Allah Ta’ala terhadap segala rizqi yang telah dianugerahkan-Nya. Antara lain dengan menginfakkan sebagian harta yang telah didapatkannya itu kepada orang-orang yang membutuhkan, baik infak yang berbentuk kewajiban seperti zakat, -jika sudah mampu-, nafkah istri, sanak famili, budak dan hewan piaraan. Maupun infak yang berbentuk sunat seperti infak-infak yang diberikan di jalan-jalan kebaikan. [3]

Jenis Rizqi Yang Lebih Penting

Hendaknya kita, kaum muslimin, tidak hanya terpaku pada rizqi duniawi, sehingga ketika menghadapi terpaan-terpaan duniawi, seperti krisis melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok, harga minyak dan yang lainnya, tidak menjadi gundah dan gelisah. Tetapi semua dikembalikan kepada taqdir Allah Ta’ala, kemudian melakukan upaya-upaya positif yang dibenarkan syari’at agama kita; tidak merusak, dan tetap konsisten menjaga keutuhan persatuan, serta selalu menghindari permusuhan.

Rizqi ukhrawi yang bisa berupa keimanan, ketaatan, rasa takut, cinta dan pengharapan kepada Allah Ta’ala, justru lebih penting dan harus diupayakan untuk mendapatkannya dengan sungguh-sungguh serta dengan selalu memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala. Sehingga kehidupan akan menjadi lebih berkah.

Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin

Majalah As-Sunnah, Edisi 06-07/THN. XII/Ramadhan 1429H/ September 2008M

****************************************

[1].   Lihat Taisir al-Karim ar-Rahman Qs. al-Baqarah/ 2:212, penutup ayat.

[2].   Taisir al-Karim ar-Rahman, Syaikh Abdur Rahman bin Nashir as-Sa’di.

[3].   Tuhfah al-Ahwadzi bi Syarhi Jami’ at-Tirmidzi, Imam Mubarakfuri.

 
2 Comments

Posted by on August 23, 2009 in Motivation, Suggestions (Nasehat)

 

Tags: , , , ,

2 responses to “Rizqi Hanya Berasal dari Allah ar-Razzaq…

  1. zipoer7

    September 18, 2009 at 6:37 am

    Salam Takzim
    Khawatir ga ketemu waktu
    Khawatir ga ketemu warnet
    Khawatir ga ketemu sinyal
    Mau ngucapin met hari raye

    Minal A’idin Wal Faidzin
    ..
    Salam Takzim Batavusqu

     
  2. zipoer7

    September 24, 2009 at 1:57 am

    Salam Takzim,
    Selamat pagi blogger Indonesia, sukses selalu

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: