RSS

Kemauan Yang Tinggi & Niat Yang Mulia

19 Mar

Kemauan yang tinggi adalah akhlak yang luhur dan perilaku yang mulia, yang disukai jiwa dan dikejar oleh hati. Dan yang lebih indah dan menakjubkan dalam akhlak tersebut adalah manakala diiringi dengan niat dan tujuan yang mulia.

Manusia berbeda-beda dalam hal kemauannya, ada yang tinggi dan ada yang rendah, tetapi yang terbaik adalah orang yang menghimpun kemauan yang tinggi beserta niat dan tujuan yang mulia. Tidak diragukan lagi bahwa pencarian yang paling mulia ialah yang dilakukan semata-mata karena Allah Ta’ala, dan di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Karena itu, mengingat kemuliaan akhirat itu lebih besar, maka mencari kemuliaan akhirat adalah tujuan yang terbesar. Itulah keinginan terbesar kaum mukmin yang benar dalam keimanannya, yang memiliki kemauan yang besar dan jiwa yang besar lagi suci.

Adapun dunia -betapa pun mulianya-, dalam pandangan mereka tidak begitu berarti di bandingkan dengan akhirat. Bahkan, mereka mencoba menggunakan rizqi yang dikaruniakan Allah Ta’ala kepada mereka untuk kepentingan akhirat, sekaligus mereka tidak melupakan bagian mereka di dunia. [1]

Kaum mukmin yang benar dalam keimanannya, tidak mengotori jiwa mereka dengan kehinaan dan perkara-perkara yang hina. Mereka tidak menumpahkan air mukanya dalam rangka meraih kekayaan duniawi, dan tidak pula menghabiskan umur dan energi mereka untuk mencari pangkat dan kedudukan. Tetapi mereka menilai bahwa akhirat adalah prioritas utama untuk dicari dan diusahakan semaksimal mungkin; sebab kenikmatan ukhrawi lebih baik dan lebih kekal, dan kerajaan akhirat adalah kerajaan yang tak pernah terputus dan hancur.

Allah Ta’ala berfirman, menjelaskan sebagian yang diraih ahli surga;

Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar“. (Al-Insan: 20).

Karena itu, manakala kemauan manusia itu tinggi, maka tuntutannya pun mulia pula, dan menjadi kecil di matanya tuntutan-tuntutan duniawi. Ia tidak begitu mempedulikannya dan tidak mengejarnya, kecuali sebatas keperluan. [2]

Dikatakan kepada Al-Itabi, “Si fulan itu jauh kemauannya”. Maka ia mengatakan, “Kalau begitu, ia tidak mempunyai tujuan selain surga”. [3]

Ibnu Hazm berkata, “Janganlah anda korbankan jiwamu kecuali dalam sesuatu yang lebih tinggi, dan itu tiada lain kecuali dalam Dzat Allah Shubhanahu wa Ta’ala, yaitu mengajak kepada kebenaran, menjaga kehormatan, membuang kehinaan yang tidak diridhai Allah Ta’ala, dan menolong pihak yang dizhalimi. Orang yang mengorbankan jiwanya untuk meraih kekayaan duniawi, tidak ubahnya sama dengan orang yang menukarkan batu permata dengan batu kerikil“. [4]

Dia juga telah berkata, “Anda lihat amal untuk akhirat terbebas dari segala aib, jernih dari segala kotoran, dan mengantarkan keinginan kepada kenyataan. Dan anda lihat orang yang beramal untuk akhirat, apabila diuji dengan sesuatu yang tidak menyenangkan di jalan tersebut, ia tidak bersedih bahkan bersuka cita; sebab ia berharap natijah (hasil; pahala) dari ujian tersebut, yaitu dapat membantunya untuk mencapai apa yang dicarinya dan semakin memantapkan tujuan yang diinginkan.

Anda melihatnya, jika ada aral yang merintangi jalannya, maka ia tidak peduli; sebab ia tidak merasa tersiksa dengannya dan hal itu tidak mempengaruhi pencariannya.

Anda melihatnya, jika disakiti maka ia bergembira, jika tertimpa kesusahan maka ia bergembira, dan jika mengalami kepenatan dalam perjalanan yang ditempuhnya maka ia bergembira. Jadi ia dalam kegembiraan selamanya, dan selain orang yang beriman adalah sebaliknya selama-lamanya. [5]

Asy-Syaukani rahimahullah telahpun berkata; “Jika demikian keadaan (semangat) mereka dalam urusan-urusan duniawi yang cepat hilang dan mudah lenyap, maka bagaimana tidak demikian tuntutan orang-orang yang menuju kepada sesuatu yang lebih mulia, lebih luhur, lebih penting, lebih bernilai, lebih bermanfaat dan lebih berfaidah ?”.

Yaitu tuntutan-tuntutan ukhrawi disertai dengan keberadaan ilmu sebagai yang tertinggi dan paling prioritas dengan segala keutamaannya, serta yang paling utama dan yang paling sempurna dalam meraih tujuan, yaitu kebaikan ukhrawi. Sebab Allah Ta’ala telah menghubungkan para ulama dengan kitab-Nya, dengan diri-Nya dan para malaikat-Nya, sebagaimana dalam fiman-Nya;

Allah menyatakan bahwasannya tidak ada Ilah melainkan Allah Ta’ala, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu)”. (Ali-Imran: 18).

Dia membatasi rasa takutnya hanya kepada-Nya, yang merupakan faktor keberuntungan mereka disisi-Nya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman;

Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama“. (Fathir: 28)

Dan Allah Ta’ala memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya bahwa Dia mengangkat orang-orang yang beriman & berilmu dengan beberapa derajat;

Niscaya Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat“. (Al-Mujadilah: 11)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitahu kita, bahwa ulama adalah pewaris para nabi (aw kama qoola Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Mari kita sama-sama camkan keistimewaan yang mulia ini !

Menjadi mulialah dengan jiwa yang senantiasa mencari sesuatu yang mulia, dan jadikanlah kakimu senang mencari keutamaan yang tiada taranya. [6]

Smoga kita dimampukan dan dimudahkan untuk nya…. Ameen

Al-Himmah Al-’Aliyah Mu’awwiqatuha wa Muqawwamatuha; Muhammad bin Ibrahim Al-Jamd.

———————————————————————————————————————————————————————

[1].  Al-Akhlaq Al-Islamiyyah, 2/ 475.

[2].  Ibid

[3].  Uyunul Akhyar, 1/ 233

[4].  Al-Akhlaq was-Siyar, hal. 16.

[5].  Ibid, hal. 15 – 16.

[6].  Adabuth Thalab, hal. 128.

 
 

2 responses to “Kemauan Yang Tinggi & Niat Yang Mulia

  1. Sadat ar Rayyan

    March 31, 2009 at 12:00 am

    Ana suka artikel-artikel di blog antum akh. ana minta ijin copy buat catatan di fesbuk ya
    Jazakallahu khairan

     
  2. alkanyari

    March 31, 2009 at 5:04 am

    Monggo.., alhamdulillah & wa iyyakum.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: