RSS

Berkawan Dengan Orang-orang Yang Baik & Mempunyai Kemauan Tinggi

24 Feb

shalat_guide Sungguh, merupakan suatu kenikmatan yang besar apabila kita mempunyai kawan-kawan dan tetangga  yang baik, yang selalu mengajak kepada kebaikan, mengingatkan dan menasehati kita bila kita lupa, menghibur kita tatkala susah dan memotivasi kita pabila kita sedang down. Terlebih lagi kawan yang apabila kita melihatnya, akan mengingatkan kepada kehidupan yang lebih utama dan kekal; kampoeng akhirat.

Kawan yang tidak iri juga dengki ketika kita mendapat kenikmatan, juga bukan kawan yang meremehkan kita karena kekurangan yang ada pada kita, baik kekurangan harta ataupun fisik. (“Hadduh…, susah buanget.., kayak malaikat saja donk…“).

Shobat…, perkara ini merupakan salah satu hal yang dapat membangkitkan keinginan dan menumbuh-kembangkan akhlak mulia dalam jiwa. Karena sifat dasar manusia itu sangat senang bergaul dengan orang yang berada di sekitarnya dan sangat terpengaruh dengan sahabatnya.

Persahabatan yang mulia, -bukan persahabatan berdasarkan asas manfaat-, serupa dengan keutamaan-keutamaan lainnya (seperti dalam postingan sebelum ini disini), dalam hal kekuatannya yang akan berpengaruh ke dalam jiwa, dan memberikan ‘buah yang baik’ pada setiap saat.

Persahabatan yang benar juga dapat merubah sifat pengecut menjadi keberanian, dan kebakhilan menjadi kedermawanan. Seorang yang pengecut kadangkala terdorong oleh kuatnya persahabatan, hingga ia tenggelam dalam bahaya untuk melindungi sahabatnya dari marabahaya.

Orang yang bakhil, adakalanya karena terdorong oleh kuatnya persahabatan, ia mengorbankan sebagian hartanya untuk membebaskan sahabatnya dari kesulitan.

Persahabatan yang kokoh apabila menancap dalam jiwa pasti akan membersihkan atau memperbaiki akhlaknya yang tidak terpuji.

Orang yang sombong, ditekan oleh persahabatan menjadi lebih rendah hati kepada sahabat-sahabatnya. Orang yang mudah marah, persahabatan akan memasukkan dalam jiwanya kemampuan untuk menahan amarah, sehingga ia bergaul dengan kawan-kawannya dengan kesantunan dan kelemah-lembutan. Bisa jadi ia akan menjadi terbiasa bersikap rendah hati dan santun, lalu setelah itu ia menjadi orang yang rendah hati dan penyantun. [1]

Bahkan banyak para cendekiawan yang untuk memperkokoh kecerdasan mereka, mereka memilih untuk bershahabat dengan orang-orang yang dapat memberikan pengaruh baik kepada mereka, dan dapat menggelitik potensi mereka yang tertidur. [2]

Jika seseorang beruntung dapat berkawan dengan orang-orang yang berfikiran cerdas dari kalangan orang-orang yang memiliki agama dan adab yang baik, itu merupakan suatu tanda bahwa ia mendapat taufiq dari Allah Ta’ala dan berkat kecerdasannya. (alhamdulillah….)

Kalau demikian, maka sudah sepatutnya seseorang mencari shahabat yang dapat dipercaya, sehingga mereka dapat membantunya  menuju kepada segala kebajikan dan mencegahnya dari segala keburukan.

(Ana jadi teringat beberapa hari lalu, ada di antara pengunjung yang kesasar masuk ke blog ana. Pengunjung tersebut menggunakan key pencarian yang kalo difikir-fikir tidak ada hubungannya dengan blog ana ini. Apa hayo?.. sisa-sisa makanan“. Ana fikir-fikir mungkin Prof.Google terlalu baik padanya sehingga di link-kan diImam Abdul Qadir al-Jailani: Memakan Sisa-sisa Makanan di Sampah“….🙂 Tapi anda bersyukur kawan, insyaAllah ana dan blog ana ini bisa menjadi shobat yang baik untuk pengunjung-pengunjung yang kesasar, ceuuh).

Ibnu Hazm berkata,

“Barangsiapa mencari keutamaan, maka ia tidak boleh berjalan kecuali bersama-sama dengan orang-orang yang memiliki keutamaan tersebut, dan tidak berteman di jalan tersebut kecuali dengan semulia-mulia teman dari kalangan yang memiliki kebajikan, pengorbanan, kebenaran, kekeluargaan, kesabaran, kejujuran, amanah, kesantunan, kebersihan jiwa, dan ketulusan dalam kasih sayang.

Barang siapa yang mencari kedudukan, harta, dan kesenangan belaka, maka ia tidaklah berjalan kecuali bersama orang-orang yang tidak ubahnya seperti anjing gila dan serigala penipu, dan ia tidak berteman di jalan tersebut kecuali dengan musuh bebuyutan serta bertabiat buruk”. [3]

Smoga Allah Ta’ala mudahkan kita mendapatkan dan bisa merasakan nikmat berkawan dengan orang-orang yang baik serta berkemauan tinggi.  🙂

Al-Himmah Al-’Aliyah Mu’awwiqatuha wa Muqawwamatuha; Muhammad bin Ibrahim Al-Jamd.

————————————————————————————————————————————-

[1].  Rasa’ilul Ishlah, 2/8.

[2].  Al-Akhlaq, hal. 65.

[3].  Al-Akhlaq was-Siyar, hal. 24-25.

 
8 Comments

Posted by on February 24, 2009 in Suggestions (Nasehat)

 

8 responses to “Berkawan Dengan Orang-orang Yang Baik & Mempunyai Kemauan Tinggi

  1. alkanyari

    February 26, 2009 at 1:46 am

    Nambah nggih…, Kawan yang baik selalu menjaga aib-aib kita, tidak ngrasani (nghibah)… Lung-tinulung, ora malahan nulung menthung😉

     
  2. abu zahrah

    February 26, 2009 at 3:14 am

    bagus akh

     
  3. abu rasyid

    February 26, 2009 at 10:13 am

    Jadi nget ama ucapannya Imam Ibnu QayyimAl Jauziyyah rahimahullah dalam kitabnya “ALFAWAID”, mengenai berkumpul dengan teman-teman dibagi dua macam :
    Pertama, Berkumpul untuk mengisi kekosongan waktu sebagai rekreasi mental,
    maka macam yang ini keburukannya lebih besar dari manfaatnya, minimalnya
    merusak hati dan menyia-nyiakan waktu.
    Kedua, Berkumpul dengan mereka dalam rangka kerjasama untuk mencapai jalan keselamatan dan untuk saling nasehat-menasehati tentang kebenaran dan
    kesabaran, hal ini sangat besar manfaatnya, tetapi meskipun demikian ia memiliki tiga batu sandungan :
    a. Saling memuji antara satu dengan yang lain.
    b. Pembicaraan melebihi dari yang dibutuhkan.
    c. Menjadi adat kebiasaan dan untuk memuaskan nafsu sehingga keluar dari tujuan semula.

     
  4. meilana

    February 26, 2009 at 3:31 pm

    @Abu Rasyid: Jazakallah khoiron tambahannya.

    Bergaul dengan orang awam dan bersabar atas sikap mereka (gangguan, celaan)insyaAllah juga mrpkan sikap yang utama.

     
  5. Sadat ar Rayyan

    February 27, 2009 at 9:57 am

    Jazakallahukhoiran ya akhi
    Ana save artikel2 antum

     
  6. meilana

    February 27, 2009 at 11:01 am

    @akh Sadat: wa iyyakum..

    Monggo…

     
  7. yuenda_larasati

    March 2, 2009 at 3:18 am

    Coba ada teman yg semprna spt itu ya mbak…dunia tentu akan sumringah.
    Kalau saya cukup berdialog dg diri sendiri jika jiwa sedang down, tapi dlam hati lho… Kalo curhat sama teman takut bocor..he..he…ember kalee…

    salam kenal ya mbak…KLnya dimana?
    Kulo cerak Mutiara school, ISKL….ukay height, pirso mboten?..monggo pinarak…:)

     
  8. meilana

    March 2, 2009 at 1:40 pm

    Hadduh!!, kulo jaler niki… namine memang kadhos estri, memang katah ingkang keliru kok. Kulo tinggal dekat ASTRO bukit jalil. Mampir blog-kipun pakdhe ‘dongeng geologi’ kok wonten RSS, trus postinganipun nggih pas menarik saya untuk ikut memberi komentar. Blog-ke pakdhe katah pengunjungipun, apa-apa kalo dipegang ahlinya insyaAllah mjd bagus & menarik. Nuwun nggih sampun mampir.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: