RSS

Sya’ir Celaan Terhadap Rendah Kemauan

13 Feb

Ana merasakan pasang-surutnya semangat ana ada korelasi dengan gempuran-gempuran ujian Allah Ta’ala atau permasalahan yang datang dan pergi silih berganti. Kala nglokro dan loyo tengah melanda, dimana kisah semangatnya ‘ulama-ulama ataupun ilmuwan terdahulu tidak ngefek lagi, ana postingkan sya’ir-sya’ir hija’ (celaan) terhadap rendah kemauan atau lemah semangat. Berharap bisa mencambuk ana pribadi dan kawan-kawan semua yang juga sedang diterpa dengan masalah serupa.

Selain itu, syair akan memperlembut jiwa-jiwa seseorang, sebagaimana kita diperintahkan untuk berlemah lembut dalam berdakwah dan meninggalkan sikap kasar yang akan membuat orang-orang lari dari dakwah kita. Mari…, siapkan diri-diri anda untuk dicambuk dan dicela dengan syair-syair hija’ berikut.

♣♥♣

Bila Anda menyaksikan seorang pemuda

yang telah beranjak dewasa

tidak membawa tempat tinta dan kertas,

dan Anda tidak melihat mereka bersama para ‘ulama

di halaqahnya,

mereka tidak akan memperoleh berita-berita yang baik

anggaplah mereka tidak ada

ketahuilah, mereka itu lemah

mereka telah menukar cita-cita yang tinggi dengan kebodohan.

Comment: Wah di gambar mati ki…, jangan sampai terjadi pada diri kita, insyaAllah.

(Imam Abu Sa’ad As-Sam’ani, Al-Ansab: 8/97)

♣♥♣

Allah mencela orang yang miskin

yang cita-cita dan kemauan hidupnya

sekedar pakaian dan makanan

Ia melihat kelaparan sebagai penderitaan

Jika merasa kenyang, hatinya tidur pulas

karena rendah kemauannya.

(Diwan Hatim hal. 45, Hatim Ath-Thai dan Uyul Akhbar 1/233).

♣♥♣

Bila pemuda tidak mencari kecuali pakaiannya,

Dan makanannya, maka kebaikan itu jauh darinya.

(Uyul Akhbar; 1/23 8)

♣♥♣

Bila pada pakaian pemuda ada kemuliaan baginya

Maka berarti pedang itu tidak lain kecuali wadah dan gagangnya saja.

♣♥♣

Saya bukan tergolong orang yang akalnya dikuasai khamr

Dan pendengarannya dikuasai seruling berlobang.

(Diwan Al-Barudi; 1/89)

♣♥♣

Diceritakan Az-Zabarqan bin Badr pernah berkeluh kesah, tatkala dikecam oleh Hutai’ah dengan syair-syair hija’ (hinaan) nya;

Tinggalkan kemuliaan-kemuliaan itu

Jangan berangkat untuk mencarinya

Duduklah bersantai-santai

Engkau cukup makan dan berpakaian saja.

(Diwan Al-Huthai’ah hal. 50 dan Uyunul Akhbar; 1/236).

Karena begitu menderitanya, sampai-sampai ia melaporkan Huthai’ah kepada amirul mukminin Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Mendapat laporan tersebut, beliau berusaha meringankan pengaruh bait sya’ir itu bagi Az-Zubarqan dan menghiburnya bahwa Huthai’ah hanya mencela, tidak bermaksud menghina.

————————————————————————————————————————

Al-Himmah Al-’Aliyah Mu’awwiqatuha wa Muqawwamatuha; Muhammad bin Ibrahim Al-Jamd.

 
Leave a comment

Posted by on February 13, 2009 in Motivation

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: