RSS

Bersabarlah…

30 Jan

Kebanyakan dari suatu tulisan, -termasuk postingan ini -, sangat terpengaruh oleh latar-belakang penulisnya dan sikon (situasi dan kondisi) di saat postingan tersebut ditulis. Ana mengangkat tema ini sebagai nasehat dan tadzkirah bagi ana pribadi khususnya, dan kawan-kawan semua. Karena hidup ini tak selalu indah, terkadang kita dihadapkan dengan suatu kondisi yang diluar jangkaan kita, tanpa dikehendaki terjadinya, tapi secara tiba-tiba hal itu terjadi dan menimpa diri kita.

Perasaan sedih…,  malu…, kawatir…, tumpuk undung, bercampur-aduk tidak karuan, dan mungkin diselingi isak tangis (suwerr.., yang terakhir ini sulit bagi ana, apalagi untuk acara nangis bareng-bareng seperti dalam acara renungan malam yang pernah ana ikuti sewaktu SMA dulu. Kawan-kawan pada nangis semua, tapi kok itu nga’ ngefek ya buat ana. Ana bisanya nangis kalau sendirian dikesunyian malam dan tanpa ada yang tahu he..he.., lho malah jadi pada tahu semua dong… ).

Tapi yang telah lalu biarlah berlalu…, kita punya takdir-takdir yang lain lagi di hadapan, yang kita belum tahu dan mungkin hal tersebut adalah baik untuk kita. Bukankah Urip sak dremo mung nglakoni …, -hidup hanya sekedar menjalani-, tentunya setelah kita berikhtiar semampunya untuk menghindari hal-hal yang tidak kita ingini tersebut terjadi dan kemudian menyerahkan sepenuhnya, bertawakal kepada Allah Ta’ala.

Berharap dengan postingan ini kita bisa menjadi hamba-hamba Allah Ta’ala yang ikhlas, tabah menerima dan menjalani segala ketentuan-ketentuan-Nya. Sehingga kita tidak kehilangan keutamaan dan pahala yang besar dari kesabaran atas musibah yang menimpa kita. Alhamdulillah ‘ala kulli haal, Inna lillahi wa innaa ilaihi roji’un, Allahumma ajirnii fi musibatii wa akhliflii khoiron minha. Ameen…

Menurut Ibnul Qayyim Al-Jauziah, sesungguhnya inti kebahagiaan hidup manusia itu bersumber dari tiga hal berikut;

  1. Sabar atas musibah yang menimpanya,
  2. Syukur atas segala nikmat yang dianugerahkan Allah Ta’ala, dan
  3. Taubat dari segala dosa dan kesalahan yang dilakukannya.

Tidak satupun manusia yang terbebas dari kesulitan dan kesempitan hidup. Ia akan hadir dalam rentang kehidupan kita dengan silih berganti. Hanya mereka yang cerdas, yang akan menyambut setiap cobaan dan ujian hidup dengan senyum dan bahagia. Sebab, mereka yakin bahwa ujian merupakan saat yang dinantinya untuk meraih tingkat dan gelar yang lebih tinggi.

Namun, sungguh sedikit dari kita yang memahaminya. Padahal sabar hakikatnya akan mengantarkan kita menjadi orang besar. Adapun mereka, para ulama dan ilmuwan besar Islam, menyambut setiap ujian dan cobaan dengan jiwa yang lapang. Hingga mereka benar-benar menjadi orang besar dikarenakan kesabaran mereka yang luar biasa atas musibah yang menimpa mereka.

Dan, ketahuilah bahwa umumnya ulama-ulama besar Islam hidup dalam keadaan fakir. Tapi, mereka berhias diri dengan benteng kesabaran. Sehingga hasilnya, mereka menjadi orang-orang besar. Sejarah telah mengabadikan kisah orang-orang besar (sebagaimana dalam pages disamping). Maka yakinlah bahwa kesabaran akan mengantarkan anda menjadi orang besar.

Sabar Terhadap Musibah: Menghapus Dosa

Barangkali hati kita belum tergerak untuk mencoba berhias diri dengan kesabaran kecuali setelah kita mengetahui keutamaan orang yang bersabar. Lihatlah dalam hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut, betapa mereka yang bersabar akan mendapatkan keutamaan yang besar dari Allah Ta’ala;

Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim kecuali Allah Ta’ala akan menebus dengan dosa-dosanya, sampaipun hanya sekedar duri yang menusuknya“. [H.R. Ahmad dan Baihaqi]. [1]

Dan sesungguhnya, manusia pun hakikatnya berbeda-beda dalam merefleksikan kesabaran mereka. Hal itu menjadi wajar, karena memang bentuk ujian dan cobaan kehidupan yang berlaku atas mereka juga bertingkat-tingkat. Semua datang sesuai dengan kadar agamanya masing-masing. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqash radhiyallahu ‘anhu dimana beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Wahai Rasul, siapakah manusia yang paling berat ujiannya?”. Beliau menjawab, “Para nabi, kemudian orang-orang yang shalih, kemudian manusia pada umumnya. Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Jika ia kuat dalam agamanya, maka ia akan ditambah ujiannya. Dan jika ia lemah agamanya, maka akan diringankan ujiannya. Dan seorang hamba akan senantiasa berhadapan dengan ujian dan cobaan hingga ia berjalan di atas muka bumi ini dan tidak lagi tersisa suatu kesalahan apapun“. [H.R. Turmudzi] [2]

Sehingga sangatlah wajar, jika mereka para nabi dan orang shalih menerima cobaan yang sangat berat dibandingkan dengan kita. Itu karena kekuatan iman kita jauh berbeda dengan keimanan yang mereka miliki. Meskipun demikian jika kita tertimpa musibah, maka hendaknya jangan belarut-larut dalam kesedihan atau merasa seakan-akan musibah yang kita alami adalah yang terberat di dunia sehingga melupakan takdir Allah Ta’ala.

Barangsiapa yang mengetahui hakekat sabar yang seperti ini, mestinya ia akan merasa bersyukur atas ujian yang menimpanya. Dan bagi yang tidak menyadari bahwa balasan yang dijanjikan Allah Ta’ala atas setiap musibah sangatlah besar, maka sangatlah mustahil ia akan bersyukur. [3]

[To be continued.. inshaAllah].

Disarikan dari “Shafahat min Shabril ‘Ulama ‘ala Syadaidil ‘Ilmu wat Tahshil“, Abdul Fattah Abu Ghuddah. Edisi Indonesia berjudul, “Bersabarlah Anda Akan Jadi Orang Besar”, oleh Abu Malikah al-Husnayaini. —————————————————————————————————————————————-

[1].   Musnad Ahmad, bab Haditsu Sayyidah ‘Aisyah, no. 23434, 50/90. Assunan al-Kubra, al-Baihaqi, bab Thuba Liman Thala ‘Umruhu, 3/1226.

[2].   Musnad Imam Ahmad, bab Musnad Sa’ad bin Abi Waqqash,  no. 1481, 1/172.

[3].   Minhajul Qashidin, Ibnu Qudamah, 4/54.

[2].  tadzkirah: peringatan, pengingat-ingat.

 
Leave a comment

Posted by on January 30, 2009 in Suggestions (Nasehat)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: