RSS

Penuntut Ilmu: Sederhana Dalam Berpakaian

15 Dec

Disarankan kepada penuntut ilmu agar tidak menyibukkan diri dengan pakaiannya. Seorang ulama pernah berpesan seperti apa yang dipesankan oleh Imam al-Khatib;

Sederhanakanlah pakaianmu, hingga tidak berfikir bagaimana cara mencucinya“.

Mungkin tidak terbayangkan di benak kita, bagaimana bentuk pakaian seorang ulama besar selevel Imam Syu’bah Ibnul Hajjaj al-Washiti al-Bashri. Seorang muridnya, Abu Qathan, menuturkan bahwa pakaian gurunya itu warnanya seperti debu. Mungkin bukan karena tidak dicuci, tapi karena terlalu sering dipakai dan tidak banyak macamnya.

Keadaan mereka tentunya sangat jauh berbeda dengan keadaan dan kondisi kita sekarang, dimana kebanyakan orang justru sangat memperhatikan bagaimana mengoleksi model pakaian mereka. Lebih khusus lagi para penuntut ilmu di zaman sekarang, terlebih lagi dengan model pendidikan modern yang mencampurkan antara laki-laki dan perempuan. Yang perempuan berupaya bagaimana tampil menarik di hadapan lawan jenisnya, begitu juga yang laki-laki.

Akhirnya yang menjadi fokus perhatian mereka adalah penampilan, bukan berusaha secara maksimal untuk meraih ilmu sebanyak mungkin. Sehingga wajar, jika refleksi kehidupan mereka sangat bertolak belakang dengan sakralitas ilmu pengetahuan.

Disarikan dari “Shafahat min Shabril ‘Ulama ‘ala Syadaidil ‘Ilmu wat Tahshil“, Abdul Fattah Abu Ghuddah. Edisi Indonesia berjudul, “Bersabarlah Anda Akan Jadi Orang Besar”, oleh Abu Malikah al-Husnayaini.

Sikap Meniru Sikap atau Cara Berpakaian Orang Non-Islam

Sebagian kita mungkin berpandangan, “apa salahnya mengikuti cara berpakaian orang-orang non-Islam, toh cuma penampilan saja..?”.

Ternyata kesamaan secara dhahir atau penampilan (sikap suka menyerupai orang non-Islam), lama-kelamaan akan memberi dampak kesamaan secara batin, atau akan menimbulkan kecintaan hati kita terhadap mereka.

Sehingga alangkah baiknya sejak sedini mungkin, kita latih diri kita, anak-anak kita berpakain secara Islami. Sehingga mereka menjadi terbiasa dan merasa senang dengan model pakaian tersebut.

Juga sangat perlu diperhatikan, untuk tidak memakaikan model-model pakaian yang tidak menutup aurat (yang biasa dipakai oleh orang non-Islam dewasa) walaupun kepada anak-anak kecil yang belum mencapai usia baligh. Karena dikhawatirkan mereka akan terlanjur merasa cinta dan nyaman dengan model pakaian yang tidak menutup aurat tersebut, sehingga ketika beranjak dewasa sulit bagi kita untuk menasehati atau menggantikanya dengan model pakaian yang islami.

(Disarikan dari kajian on-line; “Hilyah Thalibul ‘Ilmi“, oleh ustadz Abdullah Taslim).

 
Leave a comment

Posted by on December 15, 2008 in Suggestions (Nasehat)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: