RSS

Ilmu Itu Sangat Tinggi Nilainya

15 Dec

Semua orang menyadari bahwa tidak ada cita-cita atau harapan besar yang ingin kita raih kecuali harus menanggalkan keinginan-keinginan kita yang lebih rendah dari cita-cita tersebut. Ilmu adalah barang yang mahal, untuk meraihnya membutuhkan pengorbanan yang luar biasa. Berkorban dengan harta, waktu atau menyedikitkan kesempatan bersenang-senang dengan handai taulan dan keluarga. Setiap orang harus melewati aral melintang dan ujian yang menghadang. Tidak mungkin ia bisa diraih kecuali seseorang harus merelakan untuk tidak memenuhi kebutuhan selain itu. Oleh karena itu, dahulu kala orang bijak mengatakan:

Ilmu itu tidak akan memberikan kepadamu sebagiannya, kecuali jika engkau memberikan keseluruhan apa yang engkau miliki.

Imam Yahya Ibnu Abi Katsir mengatakan:

Ilmu itu tidak mungkin bisa diraih kalau hanya dengan santai-santai (H.R. Muslim: Bab Auqatus Shalawatil Khamsi).

Bahkan seorang ulama besar al-hafidz al-Khatib al-Baghdadi dalam bukunya ‘al-Jami’ Li Akhlaqir Rawi wa Adabis Sami’, hal. 172 mengatakan:

Tidak akan diraih suatu ilmu itu kecuali bagi mereka yang rela menutup toko dagangannya, menghabiskan seluruh kebunnya, meninggalkan semua teman dekatnya, dan ketika kerabatnya meninggal ia sampai tak sempat melihat dan mengantarkan jenazahnya.

Apa yang diungkapkan oleh al-Baghdadi semata merupakan ekspresi penghormatan beliau terhadap ilmu. Bahwa ilmu tidak bisa disamakan nilainya dengan harta apapun. Bahwa bagi yang mencari ilmu, tidak boleh terkalahkan oleh aktifitas perdagangan atau perkebunan.

Inilah keagungan dan kebesaran ilmu di mata ulama-ulama besar kita terdahulu. Maka pantaslah jika mereka betul-betul berjuang keras, mengerahkan segala yang mereka punyai demi mencapai cita-cita yang mulia, yaitu mendapatkan ilmu.

Babgi mereka sangat ringan jika memang konsekuensinya harus sekedar menutup kedainya, menjual hartanya semisal kebun atau sisa warisan, atau bahkan harus berpisah dengan orang-orang yang mereka kasihi dan cintai dalam waktu yang sangat lama.

Mari, kita dengarkan penuturan al-Qadhi Badruddin Ibnu Jam’ah dalam bukunya Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim bi Adabil ‘Alimi wal Muta’allimi. Kata beliau;

Meskipun begitu keras sikap ulama, namun demikian yang terpenting pesan yang dapat kita tangkap dari sikap hidup mereka yaitu hendaknya difahami bahwa mencari ilmu itu membutuhkan keteguhan hati dan kemantapan fikiran.

Disarikan dari “Shafahat min Shabril ‘Ulama ‘ala Syadaidil ‘Ilmu wat Tahshil“, Abdul Fattah Abu Ghuddah. Edisi Indonesia berjudul, “Bersabarlah Anda Akan Jadi Orang Besar”, oleh Abu Malikah al-Husnayaini.

 
2 Comments

Posted by on December 15, 2008 in Motivation

 

2 responses to “Ilmu Itu Sangat Tinggi Nilainya

  1. waldi

    January 6, 2009 at 6:15 am

    Ijin CoPas yah…

     
  2. meilana

    January 6, 2009 at 6:42 am

    Tafadhol Bang Waldi..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: