Celaan Rendah Kemauan
Allah mencela orang yang miskin
yang cita-cita dan kemauan hidupnya
sekedar pakaian dan makanan
Ia melihat kelaparan sebagai penderitaan
Jika merasa kenyang, hatinya tidur pulas
karena rendah kemauannya.
(Diwan Hatim hal. 45, Hatim Ath-Thai dan Uyul Akhbar 1/233).
♣♥♣
Bila pemuda tidak mencari kecuali pakaiannya,
Dan makanannya, maka kebaikan itu jauh darinya.
(Uyul Akhbar; 1/238)
♣♥♣
Bila pada pakaian pemuda ada kemuliaan baginya
Maka berarti pedang itu tidak lain kecuali wadah dan gagangnya saja.
♣♥♣
Saya bukan tergolong orang yang akalnya dikuasai khamr
Dan pendengarannya dikuasai seruling berlobang.
(Diwan Al-Barudi; 1/89)
♣♥♣
Diceritakan Az-Zabarqan bin Badr pernah berkeluh kesah, tatkala dikecam oleh Hutai’ah dengan syair-syair hija’ (hinaan) nya;
Tinggalkan kemuliaan-kemuliaan itu
Jangan berangkat untuk mencarinya
Duduklah bersantai-santai
Engkau cukup makan dan berpakaian saja.
(Diwan Al-Huthai’ah hal. 50 dan Uyunul Akhbar; 1/236).
Karena begitu menderitanya, sampai-sampai ia melaporkan Huthai’ah kepada amirul mukminin Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Mendapat laporan tersebut, beliau berusaha meringankan pengaruh bait sya’ir itu bagi Az-Zubarqan dan menghiburnya bahwa Huthai’ah hanya mencela, tidak bermaksud menghina.
——————————————————————————————————————————————–
Al-Himmah Al-’Aliyah Mu’awwiqatuha wa Muqawwamatuha; Muhammad bin Ibrahim Al-Jamd.
