Wafatnya Rasulullah, Musibah Terberat
Ketika kita dilahirkan di dunia, kita disambut dengan orang-orang yang mencintai kita, dan kemudian mereka, -orang yang kita cintai & mencintai kita-, satu-persatu meninggalkan kita. Kawan…, bila kita ditimpa musibah dengan kehilangan orang-orang yang kita cintai baik ibunda & ayahanda yang telah membesarkan kita, ataupun anak kesayangan atau karib-kerabat kita, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan supaya kita mengingat kematian beliau sebagaimana dalam hadits:
“Jika salah seorang dari kalian ditimpa suatu musibah maka hendaklah dia mengingat musibah yang ia alami dengan kematianku, sesungguhnya itu adalah musibah terbesar“. [1]
Faidah yang bisa kita petik dari hadits ini tidak hanya sebatas anjuran untuk bersabar ketika ditimpa musibah. Bahkan hadits ini merupakan kunci-kunci ilmu dan ma’rifat, menerangi jalan bagi kaum muslimin, membuka mata mereka terhadap sebab-sebab kegelapan yang mereka jalani, mengenalkan musibah-musibah yang mereka alami dan menunjukkan kepada mereka jalan keselamatan dengan mengikuti manhaj nubuwah dan risalah.
Setiap orang besar yang meninggal akan menyisakan pengaruh dalam diri orang yang mengagungkannya. Demikian juga wafatnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak hanya berdampak pada diri shahabat radhiyallahu ‘anhum saja, namun juga pada segenap umat beliau hingga sekarang.
Untaian Mutiara Hikmah Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah
Alhamdulillah setelah sekian lama off karena berbagai kesibukan dan kemalasan (Wualah…, ternyata motivator-nya kok juga bisa terserang penyakit malas…, manusiawi jawab saya he..he..), kini saya mencoba untuk wake-up dan mengaktifkan kebali blog saya yang sudah sekian lama belum di up-date.
Saya sangat menyukai dan termasuk penggemar buku-buku Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah karena tulisan-tulisannya yang sangat menyentuh dan mengandung nilai sastra yang sangat tinggi (setidaknya menurut ana pribadi). Alhamdulillah, kita bisa dengan mudah mendapatkan kitab-kitab karangan beliau yang demikian banyaknya dan tersebar di toko-toko buku yang sebagian besarnya sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Dia lah murid tersohor syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ana sangat terkesan dengan salah satu kisah beliau ketika mengarang kitab Zaadul Ma’ad, kitab fikih yang alur susunannya ditulis seperti kitab shiroh itu beliau selesaikan ketika dalam suatu perjalanan dengan mengendarai unta (wallahu ‘alam, ana hanya dengar dari kajian, belum tahu rujukannya). Beliau menulisnya hanya berdasarkan ingatan beliau saja, tanpa membawa buku-buku rujukan. Bisa teman-teman bayangkan, betapa kuatnya daya ingatannya, betapa luas dan dalamnya ilmunya.
Berikut ini merupakan untaian kata-kata hikmah Ibnul Qoyyim yang tertulis dalam salah satu kitab beliau, Al-Fawa’id;
Etika Dalam Bergaul
Cita-cita tertinggi seorang muslim, ialah agar dirinya dicintai Allah, menjadi orang bertakwa yang dapat diperoleh dengan menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak manusia. diantara tanda-tanda seseorang dicintai Allah, yaitu jika dirinya dicintai olah orang-orang shalih, diterima oleh hati mereka. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi was sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba, Ia memanggil Jibril, “Sesungguhnya Aku mencintai si fulan, maka cintailah ia.”Lalu Jibril mencintainya dan menyeru kepada penduduk langit, “Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah ia.”Maka (penduduk langit) mencintainya, kemudian menjadi orang yang diterima di muka bumi.” [Hadits Bukhari dan Muslim,dalam Shahih Jami’ush Shaghir no.283]
Diantara sifat-sifat muslim yang dicintai oleh orang-orang shalih di muka bumi ini, diantaranya ia mencintai mereka karena Allah, berakhlak kepada manusia dengan akhlak yang baik, memberi manfaat, melakukan hal-hal yang disukai manusia dan menghindari dari sikap-sikap yang tidak disukai manusia.
Kiat-Kiat Meraih Keberanian & Membuang Rasa Takut Yang Berlebihan
Banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi minderan atau kurang pe-de ketika berada di depan publik. Diantaranya adalah faktor keluarga: tidak adanya komunikasi di dalam keluarga, sehingga apa yang terjadi di dalam keluarga akan mempengaruhi perilaku seseorang di luar rumah. Orang tua (ortu) sangat berperan besar dalam pembentukan karakter dan keberanian seseorang, sehingga hendaknya orang tua selalu mengajak anak-anak mereka ke dalam pertemuan-pertemuan umum dan mengenalkan anak-anak mereka dengan kawan-kawannya.
Tapi tidak semua orang beruntung mendapatkan ortu yang faham dalam masalah psikologi pendidikan anak, sehingga diperlukan kiat-kiat yang bisa mengubah karakter seseorang yang sudah terlanjur menjadi karakter sejak kecil. Berikut adalah beberapa kiat-kiat yang dapat membantu seseorang meraih keberanian dan membuang sikap berlebih-lebihan dalam membesar-besarkan rasa takut.
Keberanian & Membuang Perasaan Takut Yang Berlebihan

Keberanian...
Mungkin diantara kawan-kawan, ada yang mempunyai perasaan minder atau introvet yang berlebihan, malu bertanya, terlebih tatkala di forum umum yang banyak dihadiri orang dan segala variannya sehingga kadang hal ini dapat menghalangi kita untuk mendapatkan berbagai manfaat ataupun menghambat kemajuan kita, baik itu dalam karir, studi, dan social live kita. Dengan postingan ini berharap bisa membantu membuang perasaan itu semua, minimum mengurangi. Selamat membaca.
Keberanian merupakan keutamaan yang besar dan salah satu sifat kebajikan yang tinggi. Sifat ini adalah salah satu motivator kemauan yang terbesar dan merupakan faktor terbesar diraihnya suatu keinginan.
Happiness is A Voyage
We convince ourselves that life will be better once we are married, have a baby, and then another.
Then we get frustrated because our children are not old enough, and that all will be well when they are older.
Then we are frustrated because they reach adolescence and we must deal with them. Surely we will be happier when they grow out of the teen years.
We tell ourselves; ourlife will be better when our spouse gets her/his act together, when we have a nicer car, when er we can take a vacation, when we finally retire.
The truth is that there is no better time to be happy than right now. If not, then when ?. Your life will always be full of challenges. It is better to admit as much and to decice to be happy in spite of it all.
Kemauan Yang Tinggi & Niat Yang Mulia
Kemauan yang tinggi adalah akhlak yang luhur dan perilaku yang mulia, yang disukai jiwa dan dikejar oleh hati. Dan yang lebih indah dan menakjubkan dalam akhlak tersebut adalah manakala diiringi dengan niat dan tujuan yang mulia.
Manusia berbeda-beda dalam hal kemauannya, ada yang tinggi dan ada yang rendah, tetapi yang terbaik adalah orang yang menghimpun kemauan yang tinggi beserta niat dan tujuan yang mulia. Tidak diragukan lagi bahwa pencarian yang paling mulia ialah yang dilakukan semata-mata karena Allah Ta’ala, dan di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karena itu, mengingat kemuliaan akhirat itu lebih besar, maka mencari kemuliaan akhirat adalah tujuan yang terbesar. Itulah keinginan terbesar kaum mukmin yang benar dalam keimanannya, yang memiliki kemauan yang besar dan jiwa yang besar lagi suci.
Pengaruh & Peranan Orang Tua Dalam Pendidikan
Peranan kedua orang tua dalam pendidikan sangatlah besar dan pengaruhnya dalam meninggikan kemauan anak sangat begitu penting dan menentukan. Jika kedua orang tua memberi teladan dalam kebajikan, senantiasa memperhatikan pendidikan anak, dan berusaha menumbuhkan mereka dengan akhlak yang mulia serta menjauhkan mereka dari segala akhlak yang buruk dan perbuatan yang tidak terpuji, maka hal itu akan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam jiwa anak-anak. Karena anak-anak cenderung merindukan kepada kepahlawanan, menyukai hal-hal yang mulia, menyenangi akhlak yang terpuji, membenci perkara yang tercela dan lari dari akhlak yang tercela.
Buku-buku Mereka Lenyap
Diantara ulama-ulama terdahulu, ada yang mengalami musibah lenyapnya buku-buku mereka baik karena terbakar, terkena banjir, dan ada juga yang hilang karena dirampok orang. Diantara mereka yang mendapatkan ujian dari Allah Ta’ala dengan terbakarnya buku-buku karyanya adalah Abdullah bin Luha’iah [1]. Pada tahun 169 H, buku-buku yang beliau miliki terbakar habis. Hal ini menjadikan kualitas ilmiah beliau berkurang, sehingga beliau banyak lupa dan men-tadlis hadis [2]. Sehingga bagi orang yang mengambil hadis dari beliau sebelum musibah itu, maka lebih kuat landasannya daripada yang mengambil hadis setelah beliau mengalami musibah tersebut [3].
Para Pendidik Teladan
Mungkin sudah digariskan Allah Ta’ala bagi saya untuk selalu hidup dlingkungan orang-orang terpelajar, dan berteman dengan para mahasiswa, dosen dan peneliti. Terlebih di negeri Jiran ini, hampir 95% teman-teman saya adalah para dosen dari berbagai universitas di Indoensia yang sedang studi S3 disini. Saya pun yang bekerja di research company, sehari-harinya bertemu dan bergaul dengan para peneliti, professors dari berbagai negara. Alhamdulillah atas nikmat-Nya yang sangat banyak.
Tulisan ini saya persembahkan bagi kawan-kawan saya para pendidik, dosen…, yang sedang belajar di berbagai negara, walaupun tidak menghalangi bagi kawan-kawan yang berprofesi lain untuk bisa mengambil manfaatnya. Coretan tangan ini hanya sebagai pengingat akan besarnya amanat dan tanggung-jawab para pendidik untuk membina generasi penerus bangsa yang akan meneruskan estafet kepemimpinan dan keilmuan. Dengan penuh harapan semoga dunia pendidikan di negeri kita tercinta bisa berubah, tidak menekankan pada menajamkan kepandaian otak belaka, melainkan ditopang dengan moral yang tinggi, akhlaq yang mulia dan budi-pekerti yang luhur. Ameen.
