Archive

Archive for the ‘Poems’ Category

Akhir Perjalanan Sang Perantau

November 18, 2009 admin 2 comments

Syair berikut merupakan bait syair seorang ahlul bait nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari garis shahabat Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu.  Syair seorang ulama salaf yang shalih dari garis keturunan yang mulia dan hidup dalam naungan keluarga serta lingkungan yang mulia. Dengan membacanya semoga bisa melembutkan hati-hati kita, meluruskan kembali niatan kita hidup di dunia fana ini.  Syair berikut ini di alih bahasakan  oleh ustadz Addariny yang sedang menempuh studinya di Universitas Islam Madinah pada tarikh 21 /11/1430 H .

Read more…

Merantaulah

May 8, 2008 admin Leave a comment

SAFIR…

by: Imam Ash-Shafiee

qala imam syafi'i fi madhi s-safari
safir tajid 'iwadhan 'amman tufariquhu
fanshab fa inna ladzidza l-'aisyi fi l-nashabi

inni ra'aitu wuqufal maai yufsiduhu
in sala thaba wa in lam yasil lam yathib

wal usudu lau la firaq l-ghabi ma iftarasat
wa sahmu lau la firaq l-qausi ma yushibi

wa l-syamsu lau waqafat fil fulki daimatan
lamallaha l-nasu min 'ajamin wa min 'arabin

MERANTAULAH …

Orang pandai dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang


Pergilah kau kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.


Aku melihat air yang diam menjadi rusak kerana diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak kan keruh menggenang

Singa tak akan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran


Jika sahaja matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang


Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tidak akan menunggu saat munculnya datang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan


Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan
Jika dibawa ke bandar berubah mahal jadi perhatian hartawan

Categories: Poems

Al-Ilmu

May 7, 2008 admin Leave a comment

Ilmu in tholabtahu ghoziirun

Wal ‘umru ‘an tahshilihi qoshiirun

Fabda’ bil ahaam fal ahaam

Ilmu…, jika engkau mencarinya sangatlah luas

Sedangkan umur untuk mendapatkannya amatlah pendek

Maka mulailah dari yang terpenting kemudian yang penting lainnya

Penjelasan:

Bila kita merenungi syair diatas, maka benarlah bahwa ilmu itu sangat luas dan beraneka ragamnya. Sedan gkan umur kita (waktu kita didunia ini) adalah sangat terbatas terbatas untuk meraih mendalami semua ilmu-ilmu tersebut.

Maka syair tersebut memberikan saran pada kita semua, untuk mendahulukan ilmu yang paling terpenting dahulu, baru ilmu-ilmu yang penting lainnya yang dapat menunjang kemaslahatan hidup kita di dunia. Kalau kita mendalami makna “ter” dalam kata terpenting, maknanya biasanya tidak lebih dari satu atau tiada duanya. Jadi ada satu ilmu yang paling sangat penting yangmana kita harus pelajari dan fahami lebih dahulu sebelum memahami ilmu-ilmu yang lainnya. Sedangkan “yang penting lainnya”, bermakna ada ilmu-ilmu yang penting lainnya yang menunjang kemaslahatan hidup kita baik kehidupan didunia maupun hidup diakhirat kelak.

Kemudian apakah ilmu yang terpenting itu… ?

Jawabannya adalah ilmu Tauhid yaitu ilmu untuk mengenal Allah Ta’ala baik secara rubbubiyyah, ‘uluhiyyah maupun asma’ wa sifat Nya. Mengenal hak-hak Allah terhadap hamba-hambanya maupun kewajiban-kewajiban hamba terhapan Allah Ta’ala, dengan pemahaman dan pengamalan yang benar baik secara lahir maupun batin.

Kewajiban hamba kepada Allah adalah beribadah dan tidak menyekutukan Nya dengan sesuatu apapun. Adapun definisi ibadah menurut Syaikhul Islam Ibmu Taimiyah adalah:

Kullu af’al wa aqwal alladzi yuhibbuhullahu wa yardhohu adh-dhohiroh wa bathinah

Segala perbuatan dan perkataan yang dicintai dan diridhoi oleh Allah Ta’ala baik secara dhohir (nampak) maupun bathin (tidak nampak).

Sehingga hal-hal atau ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ibadah ini menjadi wajib ‘ain bagi setiap individu muslim. Sebagaimana kaidah ushul fikih:

Maa laa yatimmu wajibun illa bihi fahuwa wajib

Kewajiban apapun yang tidak akan menjadi sempurna kecuali dengan suatu hal, maka suatu hal tersebut menjadi wajib hukumnya.

Bagaimana sholat yang benar, mengikut sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam dan berdasarkan dalil-dalil yang akurat menjadi wajib bagi setiap individu muslim. Demikian juga ilmu yang berkaitan dengan puasa, zakat dan haji yang benar mengikut sunnah Nabi adalah juga merupakan kewajiban personal bagi setiap individu muslim. Ilmu mengenai sholat, puasa, zakat dan haji merupakan ibadah yang dhohir (nampak).

Kemudian apa contohnya ibadah yang bathin (tidak nampak) itu..?. Khauf (perasaan takut), raja’ (perasaan berharap), mahabbah (perasaaan cinta) dan yang lainnya yang menyangkut perasaan hati, merupakan contoh-contoh ibadah secara bathin. Sehingga setiap individu muslim wajib mengilmui bagaimana khauf, raja’ dan mahabbah yang benar, supaya terhindar dari khauf, raja’ dan mahabbah yang dilarang bahkan dimurkai oleh Allah Ta’ala.

Ada sebagian saudara kita yang menyepelekan untuk mempelajari hal-hal yang wajib ini berdasarkan dalil-dalil al-Qur’an dan al-hadits yang shahih. Malahan rela dengan hanya mengikut (taqlid) apa yang telah diamalkan oleh orang tua atau nenek moyang mereka tanpa mau berjerih payah mencari kebenaran atau keshahihan dasar-dasarnya. Bila kita mendapatkan saudara-saudara kita yang demikian, janganlah membuat ciut atau sedih hati kita. Ingatlah selalu kaidah dalam Islam:

Pahala itu sebanding dengan jerih payah yang telah diupayakan

Jadi amatlah beda pahala orang yang beribadah hanya dengan taqlid semata dengan seseorang yang beribadah berdasarkan ilmu yangmana ia telah berjerih payah untuk mendapatkannya. Bukankah buruan hasil tangkapan anjing yang terlatih halal hukumnya, sedangkan hasil buruan dari anjing yang tidak terlatih haram hukumnya…?. Semata-mata hal ini karena jering payah yang telah diupayakan untuk melatih anjing tersebut.

Al-Faqir Ilallah Ta’ala.

Categories: Poems

Thank you Lord

April 30, 2008 admin Leave a comment

Even though I clutch my blanket and growl when the alarm rings. Thank you, Lord, that I can hear. There are many who are deaf.

Even though I keep my eyes closed against the morning light as l ong as possible. Thank you, Lord, that I can see. Many are blind.

Even though I huddle in my bed and put off rising. Thank you, Lord, that I have the strength to rise. There are many who are bedridden.

Even though the first hour of my day is hectic, when socks are lost, toast is burned, tempers are short, and my children are so loud. Thank you, Lord, for my family. There are many who are lonely.

Even though our breakfast table never looks like the picture in magazines and the menu is at times unbalanced. Thank you, Lord, for the food we have. There are many who are hungry.

Even though the routine of my job often is monotonous. Thank you; Lord, for the opportunity to work. There are many who have no job.

Even though I grumble and bemoan my fate from day to day and wish my circumstances were not so modest. Thank you, Lord, for life.

Categories: Poems