Meraih Berkah Kehidupan dengan Berbakti pada Orang Tua
Semua orang tua pasti akan mempunyai keinginan yang sama untuk bisa dekat dengan anak-cucunya, terlebih di masa-masa ketika mereka telah lanjut usia. Marilah kita mencoba untuk berempati sejenak ikut merasakan apa yang akan kita inginkan terhadap anak-anak kita kelak di masa-masa tua kita nanti. Banyak para ulama terdahulu maupun sekarang menulis risalah-buku dalam permasalahan ini, namun tak ada salahnya kita membahasnya kembali mengingat pentingnya masalah tersebut dan semakin dilupakannya adab & akhlaq yang mulia ini.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi penulis pribadi khususnya dan para pembaca budiman yang dirahmati Allah Ta’ala, dan semoga kita dimudahkan-Nya untuk bisa mengamalkannya. Ameen.
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, ” Kareana itu Allah Ta’ala mendampingkan perintah ibadah kepada-Nya dengan perintah berbakti kepada orang tua, sebagaimana dalam firman-Nya,
“… dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (Al-Isra: 23)
Demikian juga Allah Ta’ala telah berfirman;
“Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan perkataan ‘ah’ kepada keduanya, dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia“. (Al-Isra: 23).
Maksudnya jangan perdengarkan pada keduanya perkataan buruk walaupun hanya ucapan “ah” yang merupakan ucapan buruk yang paling ringan.
Maksud firman Allah Ta’ala; “… dan janganlah kamu membentak mereka” adalah jangan sampai muncul dari dirimu perbuatan buruk pada keduanya. Hal ini sebagaimana pendapat Atha’ bin Abi Rabah; ‘jangan sampai engkau mengibaskan tanganmu pada keduanya’.
Ketika Allah Ta’ala melarang ucapan dan perbuatan yang buruk, Allah Ta’ala juga memerintahkan untuk mengucapkan perkataan yang baik, sebagaimana dalam firman-Nya;
“… Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia“.
Maksudnya adalah perkataan lembut, baik, indah, sopan, hormat dan penuh pemuliaan.
Sedangkan firman-Nya, ” .. dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan“, maksudnya: rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan perbuatanmu.
” Dan ucapkanlah; “Wahai Rabbku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil“, maksudnya: kasihanilah mereka di waktu tua dan ketika mereka telah wafat. [1]
Adapun hadits nabawi yang membahas tentang kedudukan orang tua ada banyak sekali, diantaranya sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dimana ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam;
“Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling utama ?. Beliau menjawab; ’shalat pada waktunya’. Lalu shahabat tersebut bertanya lagi, “Kemudian amalan apa lagi ?”, beliau menjawab “berbakti kepada orang tua”. Lalu saya bertanya lagi, ” kemudian amalan apa lagi ?”. Beliau menjawab; “jihad di jalan Allah”. [2]
To be continued inshaAllah…
