RSS

Untaian Mutiara Hikmah Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah

17 Jun

Alhamdulillah setelah sekian lama off karena berbagai kesibukan dan kemalasan (Wualah…, ternyata motivator-nya kok juga bisa terserang penyakit malas…, manusiawi jawab saya he..he..), kini saya mencoba untuk wake-up dan mengaktifkan kebali blog saya yang sudah sekian lama belum di up-date.

Saya sangat menyukai dan termasuk penggemar buku-buku Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah karena tulisan-tulisannya  yang sangat menyentuh dan mengandung nilai sastra yang sangat tinggi (setidaknya menurut ana pribadi). Alhamdulillah, kita bisa dengan mudah mendapatkan kitab-kitab karangan beliau yang demikian banyaknya dan tersebar di toko-toko buku yang sebagian besarnya sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Dia lah murid tersohor syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ana sangat terkesan dengan salah satu kisah beliau ketika mengarang kitab Zaadul Ma’ad, kitab fikih yang alur susunannya ditulis seperti kitab shiroh itu beliau selesaikan ketika dalam suatu perjalanan dengan mengendarai unta (wallahu ‘alam, ana hanya dengar dari kajian, belum tahu rujukannya). Beliau menulisnya hanya berdasarkan ingatan beliau saja, tanpa membawa buku-buku rujukan. Bisa teman-teman bayangkan, betapa kuatnya daya ingatannya, betapa luas dan dalamnya ilmunya.

Berikut ini merupakan untaian kata-kata hikmah Ibnul Qoyyim yang tertulis dalam salah satu kitab beliau, Al-Fawa’id;

  • Jika bintang cita-cita terbit pada malam yang gelap, dan diiringi terbitnya rembulan kesungguhan, maka pelataran hati akan terang-benderang dengan cahaya Rabbnya. [1]
  • Jiwa yang mulia tidak pernah puas terhadap sesuatu kecuali yang tertinggi, paling utama, dan paling terpuji akibatnya. Sementara jiwa yang kerdil, senantiasa berkutat di sekitar kehinaan-kehinaan. Ia akan terjatuh ke dalamnya sebagaimana jatuhnya lalat ke dalam kotoran-kotoran. Sebab, jiwa yang tinggi tidak rela dengan kedzaliman, kenistaan, pencurian, dan pengkhianatan; karena ianya lebih besar dari semua itu. [2]
  • Antara anda dengan orang-orang yang sukses ada ‘bukit’ hawa nafsu. Mereka turun di depannya, sedangkan anda turun di belakangnya. Maka perpendeklah masa singgah, niscaya anda akan sampai pada mereka. [3]
  • Jinakkanlah kebiasaan yang lemah. Sekiranya kemauanmu itu menjulang tinggi, niscaya cahaya hasrat akan menoleh kepadamu. [4]
  • Perjalanan hanyalah dapat ditempuh dan sang musafir bisa sampai tujuan hanya dengan senantiasa bersungguh-sungguh, dan menempuhi perjalanan malam hari. Jika sang musafir enggan menempuh perjalanan dan tidur dikeseluruhan malamnya, maka kapankah ia akan sampai ke tujuan. [5]
  • Perjalanan malam hanya sanggup dilakukan oleh orang yang tahan kelaparan, para pemimpin yang berada di baris depan, dan para pemanggul perbekalan di baris akhir. [6]
  • Kemauan yang rendah seperti sapu yang senantiasa berada pada tempat terbawah yang sarat dengan kotoran. [7].
  • Barangsiapa yang tinggi kemauannya dan khusyuk jiwanya, maka ia tersifati dengan segala keindahan. Dan barangsiapa yang rendah kemauannya dan sombong jiwanya, maka ia tersifati dengan segala akhlak yang hina. [8].

Al-Himmah Al-’Aliyah Mu’awwiqatuha wa Muqawwamatuha; Muhammad bin Ibrahim Al-Jamd.

———————————————————————————————————————————————————————

[1].  Al-Fawa’id, hal. 79.

[2].  Ibid, hal. 266.

[3].  Ibid, hal. 77.

[4].  Ibid, hal. 77.

[5].  Ibid, hal. 149.

[6].  Ibid, hal. 79.

[7].  Ibid, hal. 77.

[8].  Ibid, hal. 211.

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on June 17, 2009 in Wisdom Sentences

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers

%d bloggers like this: