Wafatnya Rasulullah, Musibah Terberat
Ketika kita dilahirkan di dunia, kita disambut dengan orang-orang yang mencintai kita, dan kemudian mereka, -orang yang kita cintai & mencintai kita-, satu-persatu meninggalkan kita. Kawan…, bila kita ditimpa musibah dengan kehilangan orang-orang yang kita cintai baik ibunda & ayahanda yang telah membesarkan kita, ataupun anak kesayangan atau karib-kerabat kita, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan supaya kita mengingat kematian beliau sebagaimana dalam hadits:
“Jika salah seorang dari kalian ditimpa suatu musibah maka hendaklah dia mengingat musibah yang ia alami dengan kematianku, sesungguhnya itu adalah musibah terbesar“. [1]
Faidah yang bisa kita petik dari hadits ini tidak hanya sebatas anjuran untuk bersabar ketika ditimpa musibah. Bahkan hadits ini merupakan kunci-kunci ilmu dan ma’rifat, menerangi jalan bagi kaum muslimin, membuka mata mereka terhadap sebab-sebab kegelapan yang mereka jalani, mengenalkan musibah-musibah yang mereka alami dan menunjukkan kepada mereka jalan keselamatan dengan mengikuti manhaj nubuwah dan risalah.
Setiap orang besar yang meninggal akan menyisakan pengaruh dalam diri orang yang mengagungkannya. Demikian juga wafatnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak hanya berdampak pada diri shahabat radhiyallahu ‘anhum saja, namun juga pada segenap umat beliau hingga sekarang.
